Iklan Parlemen

terkini

IAWP 2026 Jadi Panggung Budaya Indonesia, Polwan Dunia Terpukau Pesona Bali

Jumat, 25 September 2026, 19.10 WIB Last Updated 2026-09-25T12:10:11Z
dok. Istimewa


BALI – Bali tak hanya menjadi tempat berkumpulnya polisi wanita dari berbagai penjuru dunia dalam International Association of Women Police (IAWP) Conference 2026. Pulau Dewata juga menjelma menjadi panggung yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Di sela agenda konferensi, para delegasi dari berbagai negara mendapat kesempatan untuk menyaksikan secara langsung tradisi dan budaya Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bagian yang tidak kalah menarik dari rangkaian pertemuan internasional tersebut.

Delegasi Kepolisian Nigeria, SP Victoria David, mengaku mendapat pengalaman berkesan selama mengikuti IAWP 2026. Ia secara khusus menyoroti tradisi Bali yang diperkenalkan dalam rangkaian pembukaan kegiatan.

“Saya memiliki banyak momen yang berkesan. Salah satu yang paling menarik adalah tradisi Bali saat persembahan pembukaan. Kultur di Bali sangat indah dan kami mendapat kesempatan untuk melihat serta merasakan budaya Bali. Saya sangat senang dan semuanya di sini sangat luar biasa,” ujar Victoria.

Menurutnya, kesempatan melihat langsung tradisi masyarakat Bali memberikan pengalaman berbeda. Budaya yang selama ini mungkin hanya dikenal melalui cerita atau berbagai media, dapat dirasakan secara langsung oleh para delegasi internasional.

Tak hanya Bali, kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia juga ikut diperkenalkan dalam kegiatan IAWP 2026.

Delegasi Polda Sumatera Barat, Iptu Tika Permata Murni, misalnya, tampil mengenakan pakaian tradisional dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat saat menghadiri kegiatan makan malam bersama para peserta konferensi.

Busana tradisional tersebut menjadi salah satu cara sederhana namun bermakna untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada delegasi dari mancanegara.

“Menurut saya, kegiatan malam ini sangat luar biasa karena sebanyak 44 negara hadir di sini dan bersama-sama memperkenalkan kultur serta budaya Indonesia kepada dunia,” kata Tika.

Menurut Tika, pertemuan internasional seperti IAWP 2026 memiliki makna lebih luas dibanding sekadar forum pertukaran pengetahuan kepolisian. Interaksi antarnegara juga membuka ruang bagi setiap delegasi untuk memperkenalkan identitas, tradisi, dan nilai budaya masing-masing.

“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas, komunikasi, interaksi, serta relasi kita dengan negara lain. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kita akan kembali bertemu dan menjalin kerja sama dengan negara-negara lain,” tuturnya.

Kehadiran puluhan negara dalam IAWP 2026 akhirnya menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya. Bali menjadi pintu masuk, sementara pakaian tradisional, tradisi lokal, seni, dan keramahan Indonesia menjadi bagian dari pesan yang dibawa kepada para tamu internasional.

Melalui momentum tersebut, budaya tidak hanya tampil sebagai identitas daerah, tetapi juga menjadi bahasa universal yang mempertemukan orang-orang dari latar belakang berbeda.

IAWP 2026 pun memperlihatkan bahwa hubungan antarnegara dapat dibangun bukan hanya melalui kerja sama institusi dan pertukaran pengalaman, tetapi juga melalui apresiasi terhadap budaya yang menjadi identitas setiap bangsa. []


Editor  :  Redaksi
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • IAWP 2026 Jadi Panggung Budaya Indonesia, Polwan Dunia Terpukau Pesona Bali

Terkini

Iklan Parlemen