ACEH TIMUR – Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Aceh Timur mendapat apresiasi dari Anggota DPRK Aceh Timur Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Syuhada, S.IP., M.I.P.
Syuhada menilai komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur di bawah kepemimpinan Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky dalam mendorong pembangunan jalan dan akses penghubung merupakan langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Muhammad Syuhada dalam Rapat Paripurna III DPRK Aceh Timur, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan saat ini terus digalakkan, baik melalui pengaspalan maupun pengerasan, terutama di sejumlah kawasan pedalaman yang selama ini masih membutuhkan perhatian serius.
“Kita melihat hari ini pembangunan jalan, baik pengaspalan maupun pengerasan, sedang digalakkan oleh Bupati Aceh Timur, terutama di daerah-daerah pedalaman Aceh Timur,” ujar Syuhada.
Ia menyebut pembangunan jalan bukan sekadar memperbaiki akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.
Pasalnya, masih terdapat sejumlah wilayah pedalaman yang akses jalannya belum memadai. Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu kendala masyarakat dalam membawa hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat pemasaran.
“Dengan adanya pembangunan jalan ini, kita berharap mobilitas masyarakat semakin lancar dan roda ekonomi masyarakat juga semakin meningkat,” tambah mantan Ketua BEM FISIP USK tersebut.
Salah satu pembangunan yang mendapat perhatian Syuhada adalah jembatan penghubung Desa Peunaron Baru dengan Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunaron, yang turut didukung pembangunan akses jalan melalui pengaspalan dan pengerasan menuju lokasi jembatan.
Menurut Syuhada, keberadaan jembatan dan akses jalan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat. Infrastruktur itu dinilai dapat menjadi urat nadi mobilitas warga sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
“Jembatan dan akses jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk memperlancar pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan dari desa menuju pusat-pusat pemasaran,” katanya.
Ia menilai semakin baik akses transportasi, semakin besar pula peluang masyarakat meningkatkan aktivitas ekonomi. Biaya dan waktu pengangkutan hasil produksi pun diharapkan dapat ditekan.
Selain akses menuju jembatan Peunaron Baru–Sri Mulya, Syuhada juga menyoroti pembangunan jalan di Desa Arul Pinang, Kecamatan Peunaron.
Menurutnya, pengaspalan jalan di wilayah tersebut juga memberikan dampak penting bagi masyarakat, mengingat akses tersebut menjadi salah satu jalur pendukung aktivitas pertanian dan perkebunan warga.
“Pembangunan akses jalan di wilayah pedalaman harus terus menjadi perhatian, karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, khususnya para petani dan pekebun,” ujarnya.
Politisi muda PKB itu berharap pembangunan infrastruktur di Aceh Timur dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan merata, khususnya di kawasan pedalaman yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur yang baik tidak hanya menghadirkan jalan yang lebih layak, tetapi juga membuka akses terhadap pelayanan publik, memperlancar mobilitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Kami mengapresiasi komitmen Bupati Aceh Timur yang terus menggalakkan pembangunan infrastruktur. Harapan kita, pembangunan ini dapat terus berlanjut dan semakin merata sehingga benar-benar memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Timur,” pungkas Muhammad Syuhada. []
Editor : Wahyu