Iklan Parlemen

terkini

Ketika Polisi Berhenti Sejenak, Demi Anak-anak Menyeberang Jalan

Selasa, 01 September 2026, 20.13 WIB Last Updated 2026-09-01T13:13:40Z
Foto: Istimewa


Meureudu – Senin pagi, 31 Agustus 2026. Arus kendaraan di Jalan Medan–Banda Aceh, kawasan Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, mulai ramai. Deru sepeda motor dan mobil silih berganti melewati ruas jalan yang menjadi salah satu jalur utama masyarakat.

Di tengah hiruk-pikuk itu, sekelompok anak sekolah berdiri di tepi jalan. Mereka menunggu kesempatan untuk menyeberang.

Bagi orang dewasa, menyeberang jalan mungkin terlihat sebagai hal sederhana. Namun bagi anak-anak sekolah, terutama di jalur yang padat kendaraan, beberapa langkah menuju seberang jalan bisa menjadi momen yang penuh risiko.

Di saat itulah sosok polisi hadir.

Kapolsek Bandar Dua IPTU Taufiq Kurrahman, S.H., tidak memilih sekadar berdiri melihat. Ia turun langsung membantu anak-anak tersebut menyeberangi jalan.

Dengan sigap, ia memperhatikan arus kendaraan dan memastikan para pelajar dapat melintas dengan aman. Kehadirannya membuat anak-anak lebih tenang, sementara pengguna jalan pun diingatkan untuk lebih berhati-hati.

Tidak ada seremoni. Tidak ada panggung. Tidak pula membutuhkan peralatan khusus.

Hanya sebuah tindakan sederhana: seorang polisi membantu anak-anak menyeberang jalan.

Namun, dari tindakan sederhana itu terselip pesan besar tentang arti kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Polisi bukan hanya hadir ketika terjadi tindak kriminal, kecelakaan, atau gangguan keamanan. Polisi juga hadir dalam aktivitas kecil masyarakat, termasuk memastikan seorang anak dapat sampai ke sekolah dengan selamat.

Pelayanan yang Dimulai dari Kepedulian

Aksi IPTU Taufiq Kurrahman menjadi gambaran bahwa pelayanan dan pengayoman tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar.

Kadang, pelayanan itu hadir dalam bentuk kepedulian yang sangat sederhana.

Berhenti sejenak dari kesibukan, memperhatikan anak-anak di pinggir jalan, kemudian membantu mereka melewati jalur kendaraan yang ramai.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya preventif untuk menciptakan keselamatan lalu lintas, khususnya bagi kalangan pelajar yang setiap hari harus berhadapan dengan padatnya arus kendaraan saat berangkat maupun pulang sekolah.

Bagi masyarakat, kehadiran seorang polisi yang mau turun langsung seperti itu tentu memberikan rasa aman.

Bagi anak-anak, mungkin momen tersebut hanya berlangsung beberapa menit.

Tetapi pesan yang tertanam bisa jauh lebih lama: ada polisi yang peduli dan siap melindungi mereka.

Polisi Humanis, Dekat dengan Masyarakat

Apa yang dilakukan Kapolsek Bandar Dua juga memperlihatkan wajah lain dari institusi kepolisian.

Wajah yang humanis. Wajah yang dekat dengan masyarakat. Wajah yang tidak berjarak dengan warga yang dilayani.

Di tengah tuntutan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, kepedulian terhadap keselamatan masyarakat tetap menjadi bagian penting dari pengabdian.

Terlebih ketika yang berhadapan dengan risiko adalah anak-anak sekolah.

Jalan raya boleh ramai. Kendaraan boleh terus berlalu-lalang. Namun perhatian terhadap keselamatan tidak boleh ikut berlalu.

Dari Ulee Gle, pesan itu terlihat sederhana tetapi kuat: kehadiran polisi bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang memastikan masyarakat merasa aman.

Dan pagi itu, di antara riuh kendaraan yang melintas di Jalan Medan–Banda Aceh, sebuah tindakan kecil Kapolsek Bandar Dua telah menunjukkan makna besar dari semboyan bahwa polisi hadir untuk semua. []


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketika Polisi Berhenti Sejenak, Demi Anak-anak Menyeberang Jalan

Terkini

Iklan Parlemen