Pidie Jaya — Upaya pemulihan pasca bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya terus dikebut. Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI dari Kodim 0102/Pidie bersama personel Yonif TP 836/BY, Yonif TP 857/GG, serta relawan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Langsa, bahu-membahu membersihkan lumpur tebal yang menimbun Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pidie Jaya di Desa Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Sabtu (10/01/2026).
MIN 4 Pidie Jaya menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak paling parah akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada November lalu. Luapan air merendam hampir seluruh bangunan sekolah dan meninggalkan endapan lumpur bercampur sampah, sehingga aktivitas belajar mengajar terhenti.
Pantauan di lokasi menunjukkan semangat tinggi para prajurit TNI, relawan Kemenag, dan dewan guru yang bekerja gotong royong mengeruk lumpur sisa banjir. Pembersihan dilakukan mulai dari halaman sekolah hingga ke dalam ruang-ruang kelas yang dipenuhi lumpur setinggi hampir selutut orang dewasa.
Meski menghadapi kondisi yang cukup berat, semangat para para Prajurit TNI dan Relawan tersebut tidak surut. Mereka bertekad mempercepat pemulihan sekolah agar para siswa dapat segera kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa kondisi MIN 4 Pidie Jaya termasuk yang paling parah terdampak banjir di wilayah tersebut.
“Ketebalan lumpur cukup ekstrem, sehingga kami mengerahkan puluhan personel TNI untuk membantu proses pembersihan. Ini merupakan wujud kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya dalam mendukung dunia pendidikan dan masa depan anak-anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pembersihan tidak dapat diselesaikan dalam satu hari. Namun, kegiatan pembersihan tersebut akan terus dilanjutkan hingga sekolah benar-benar bersih dan layak digunakan kembali.
“Kami berharap MIN 4 Pidie Jaya segera dapat difungsikan, agar anak-anak tidak terlalu lama belajar di posko-posko dan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Langsa, Munawir Abdullah, yang turut turun langsung ke lokasi, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara TNI dan jajaran Kemenag.
“Kondisi seperti ini sangat membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak. Kami mengapresiasi semangat gotong royong TNI bersama relawan Kemenag dalam membantu membersihkan MIN 4 Pidie Jaya agar kondisi segera kembali normal,” ungkapnya.
Dandim 0102/Pidie juga mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi terkait, dan pihak swasta untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dalam proses pemulihan pasca bencana.
“Pemulihan tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan kebersamaan dan gotong royong, fasilitas umum, tempat ibadah, serta rumah warga yang terdampak banjir dapat kembali berfungsi seperti sediakala,” pungkasnya.
Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Pidie Jaya, khususnya di sektor pendidikan, pasca bencana banjir.