Pidie Jaya — Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Ciptakan Lingkungan Bersih, personel TNI–Polri melaksanakan aksi pembersihan di sepanjang ruas jalan utama Kota Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan ini difokuskan untuk membersihkan debu, sampah, dan sisa material pasca banjir guna menciptakan lingkungan yang rapi, sehat, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pedagang kaki lima serta pengguna jalan.
Aksi gotong royong tersebut melibatkan Satgas Gulbencal TNI dari Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 836/BY, Yon Armed 17/RC, Yonif TP 857/GG, serta personel Polres Pidie Jaya. Puluhan personel diterjunkan bersama dua armada water canon milik TNI AD dan Polri untuk menyemprot badan jalan agar terbebas dari debu dan lumpur yang berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Dengan penuh semangat kebersamaan, personel TNI–Polri bahu-membahu menyapu jalan, mengangkat sampah, di sepanjang jalur utama kota. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai budaya hidup sehari-hari.
Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Bogor, pada 2 Februari 2026, yang menekankan pentingnya gerakan nasional menjaga kebersihan lingkungan dengan melibatkan seluruh elemen bangsa. Upaya pembersihan ini diharapkan mampu memulihkan kenyamanan aktivitas ekonomi warga sekaligus mencegah dampak kesehatan akibat debu dan sampah pasca banjir.
Dandim 0102/Pidie melalui Pasiops Kodim 0102/Pidie Kapten Inf Dian Susilo menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah berkelanjutan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan memperkuat semangat gotong royong pasca bencana.
“Gerakan ini bertujuan membangun budaya hidup bersih, meningkatkan kepedulian lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam merawat lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, lingkungan yang bersih berperan penting dalam mencegah munculnya penyakit serta mengurangi risiko banjir akibat saluran yang tersumbat sampah. Karena itu, edukasi dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan pemulihan pasca bencana.
Sementara itu, Hardiansyah, seorang pedagang kaki lima di kawasan Meureudu, menyampaikan apresiasi atas aksi pembersihan tersebut. Ia mengaku aktivitas berdagang menjadi lebih nyaman setelah jalan terbebas dari debu dan sisa lumpur.
“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mengutuskan TNI–Polri. Sekarang jalan sudah bersih, pembeli dan pengguna jalan pun lebih nyaman,” ungkapnya.
Melalui gerakan bersama ini, diharapkan tercipta lingkungan kota yang bersih dan sehat, sekaligus memperkuat sinergi TNI–Polri dan masyarakat dalam membangun kembali wilayah pascabencana menuju kondisi yang lebih baik.