Iklan Parlemen

terkini

Dr. Iswadi Bongkar Masalah Mendasar Yang Menghambat Pendidikan Indonesia

Jumat, 06 Maret 2026, 20.36 WIB Last Updated 2026-03-06T13:36:41Z


Jakarta : Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Melalui pendidikan yang baik, sebuah negara dapat menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat global. Namun, hingga saat ini, sistem pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan yang dinilai cukup kompleks. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Iswadi yang menilai bahwa terdapat sejumlah masalah mendasar yang selama ini menghambat kemajuan pendidikan nasional.

Menurut Dr. Iswadi, salah satu masalah terbesar dalam pendidikan di Indonesia adalah ketimpangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan daerah terpencil. Di kota-kota besar, fasilitas pendidikan relatif lebih memadai, mulai dari ketersediaan guru berkualitas, sarana belajar yang lengkap, hingga akses terhadap teknologi. Sementara itu, di banyak daerah terpencil, sekolah masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar seperti ruang kelas yang layak, buku pelajaran yang cukup, serta akses internet yang memadai. Ketimpangan ini menyebabkan peluang belajar siswa di berbagai wilayah menjadi tidak merata.

Selain persoalan infrastruktur, kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian penting. Dr. Iswadi menilai bahwa masih banyak guru yang belum mendapatkan pelatihan yang memadai untuk mengikuti perkembangan metode pembelajaran modern. Di era digital saat ini, guru tidak hanya dituntut untuk menyampaikan materi, tetapi juga mampu membimbing siswa agar berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Namun, kenyataannya masih terdapat guru yang mengandalkan metode pembelajaran konvensional yang cenderung satu arah, sehingga proses belajar menjadi kurang efektif dan kurang menarik bagi siswa.

Masalah lain yang juga menjadi sorotan adalah kurikulum yang sering mengalami perubahan. Menurut Dr. Iswadi, perubahan kurikulum sebenarnya merupakan hal yang wajar dalam upaya menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman. Namun, perubahan yang terlalu sering tanpa persiapan yang matang justru dapat membingungkan guru, siswa, dan bahkan pihak sekolah. Kurikulum seharusnya dirancang secara matang, konsisten, dan memberikan ruang bagi pengembangan potensi siswa secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada pencapaian nilai akademik semata.

Lebih lanjut, Dr. Iswadi juga menyoroti budaya belajar yang masih menekankan pada hafalan daripada pemahaman. Sistem evaluasi pendidikan yang lebih banyak mengandalkan ujian tertulis sering kali membuat siswa terjebak pada pola belajar menghafal materi tanpa benar-benar memahami konsep yang dipelajari. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa menjadi kurang berkembang. Padahal, di era globalisasi dan revolusi teknologi saat ini, kemampuan berpikir analitis dan kreatif menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan.

Permasalahan lain yang tidak kalah penting adalah rendahnya perhatian terhadap pendidikan karakter. Dr. Iswadi menilai bahwa pendidikan tidak seharusnya hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan moral peserta didik. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta semangat kerja keras harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Tanpa pendidikan karakter yang kuat, kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk membentuk generasi yang berkualitas.

Selain itu, keterlibatan berbagai pihak dalam dunia pendidikan juga masih perlu diperkuat. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan sekolah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari keluarga dan masyarakat. Orang tua memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar anak di rumah, sementara masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan pendidikan. Kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat akan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Dr. Iswadi menegaskan bahwa untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak. Pemerintah perlu memastikan pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru, serta merancang kebijakan pendidikan yang lebih konsisten dan berkelanjutan. Di sisi lain, sekolah juga perlu terus berinovasi dalam metode pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

Pada akhirnya, kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai secara instan. Diperlukan proses yang panjang, kerja sama yang solid, serta kesadaran bersama bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Seperti yang disampaikan Dr. Iswadi, jika masalah-masalah mendasar dalam sistem pendidikan tidak segera dibenahi, maka Indonesia akan kesulitan menciptakan generasi yang mampu menghadapi tantangan global.

Oleh karena itu, pembenahan sistem pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional. Dengan sistem pendidikan yang lebih berkualitas, merata, dan berorientasi pada pengembangan potensi manusia secara utuh, Indonesia memiliki peluang besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan siap menghadapi masa depan.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dr. Iswadi Bongkar Masalah Mendasar Yang Menghambat Pendidikan Indonesia

Terkini

Iklan Parlemen