Pidie Jaya – Progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Lhok Sandeng dengan Dusun Lhok Pineung, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, kini telah mencapai 80 persen. Capaian ini menjadi kabar menggembirakan bagi para petani yang selama ini terdampak putusnya akses akibat banjir bandang dan longsor.
Hingga Selasa (03/03/2026), pengerjaan telah memasuki tahap krusial penyelesaian akhir. Struktur utama jembatan sepanjang kurang lebih 130 meter dengan lebar 1,20 meter telah berdiri kokoh. Saat ini, tim di lapangan memfokuskan pekerjaan pada pemasangan papan lantai serta pemasangan kawat dinding sebagai pengaman sisi kiri dan kanan jembatan.
Jembatan ini dibangun sebagai pengganti akses lama yang terputus akibat bencana alam, yang selama ini menjadi jalur utama para petani Lhok Sandeng menuju lahan pertanian dan pusat distribusi hasil kebun. Kehadirannya diharapkan segera memulihkan mobilitas pertanian yang sempat terganggu.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Pengerjaan dilakukan oleh Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) bersama personel Yonif TP 836/BY dan Kodim 0102/Pidie, yang terus mempercepat proses penyelesaian meski menghadapi tantangan cuaca pegunungan.
Ketua Tim VRI, Dadan, menegaskan bahwa progres berjalan sesuai target.
“Progres sudah mencapai 80 persen. Saat ini kami menyelesaikan pemasangan papan lantai dan kawat pengaman. Kendala utama hanya hujan di sore hari, namun secara keseluruhan pekerjaan berjalan lancar dan terus kami kebut agar segera rampung,” jelasnya.
Dengan penyelesaian detail konstruksi yang terus dimaksimalkan, jembatan diproyeksikan dapat difungsikan dalam waktu dekat. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini harus menyeberangi sungai atau memutar jauh untuk membawa hasil panen.
Hasballah, warga Dusun Lhok Pineung, mengaku optimis melihat perkembangan signifikan tersebut.
“Kami melihat langsung progresnya. Sudah hampir selesai dan ini sangat melegakan. Kalau jembatan ini segera digunakan, petani tidak lagi kesulitan mengangkut hasil pertanian,” ungkapnya.
Dengan progres yang telah mencapai 80 persen, Jembatan Gantung Garuda diharapkan segera menjadi solusi permanen dalam memulihkan akses petani Lhok Sandeng, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat Meurah Dua secara optimal.