Iklan Parlemen

terkini

Banjir Susulan Terjang Pidie Jaya, TNI Kembali Turun Tangan Bersihkan Fasilitas Umum

Sabtu, 11 April 2026, 11.02 WIB Last Updated 2026-04-11T04:02:53Z

Pidie Jaya — Di saat proses pemulihan pascabanjir belum sepenuhnya tuntas, masyarakat Kabupaten Pidie Jaya kembali dihadapkan pada ujian baru. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (08/04/2026) memicu meluapnya Krueng Meureudu, sehingga banjir susulan kembali merendam sejumlah kawasan di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua.

Air yang meluap membawa material lumpur dan sisa banjir sebelumnya, menggenangi permukiman warga serta sejumlah fasilitas publik penting seperti jalan,sekolah, masjid, dan polindes. Dampak ini tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga mengganggu layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan yang sebelumnya telah mulai pulih.

Merespons kondisi tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana (Gulbencal) TNI yang terdiri dari personel Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, dan Yon Armed 17/RC kembali diterjunkan ke lapangan. Mereka berjibaku membersihkan lumpur yang mengendap di sejumlah titik, termasuk MIN 1 Meureudu, Polindes, serta Masjid Tgk. Syik Pante Geulima dan jalan lintas penghubung kecamatan Meureudu dengan Kecamatan Meurah Dua. Dukungan armada pemadam kebakaran TNI AD ,Exavator dan Buldozer juga dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.

Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos melalui Perwira Seksi Operasi Kapten Inf Dian Susulo selaku koordinator kegiatan menegaskan bahwa TNI tetap konsisten dan sigap dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.

“Sejak awal banjir hingga saat ini, personel yang tergabung dalam Satgas Gulbencal terus kami kerahkan setiap hari ke lokasi-lokasi terdampak. Kami berupaya memastikan fasilitas umum dapat segera difungsikan kembali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum banjir susulan terjadi, sebagian besar fasilitas publik sebenarnya telah berhasil dibersihkan. Namun, kiriman air yang kembali meluap akibat dangkalnya alur sungai membuat lumpur kembali menggenangi beberapa titik, meski dengan intensitas yang tidak separah sebelumnya.

“Sudah dua hari ini prajurit kembali melakukan pembersihan. Jika tidak ada kendala, kami optimistis dalam dua hari ke depan kondisi fasilitas umum bisa kembali normal,” tambahnya.

Di sisi lain, banjir susulan ini menyoroti persoalan struktural yang masih dihadapi wilayah tersebut, khususnya terkait kondisi sungai yang mengalami pendangkalan pascabanjir. Hal ini menyebabkan daya tampung air berkurang sehingga mudah meluap saat curah hujan tinggi.

Menanggapi situasi tersebut, Pasi Ops Kodim 0102/Pidie Kapten Inf Dian Susilo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

“Kami mengingatkan warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar selalu peka terhadap kondisi cuaca. Tetap tenang, jangan panik, namun segera mencari tempat aman jika terjadi peningkatan debit air,” pesannya.

Banjir susulan ini menjadi pengingat bahwa proses pemulihan bencana tidak hanya membutuhkan respons cepat, tetapi juga langkah antisipatif jangka panjang. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dinilai penting untuk meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang, termasuk melalui normalisasi sungai dan peningkatan sistem mitigasi bencana yang berkelanjutan.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Banjir Susulan Terjang Pidie Jaya, TNI Kembali Turun Tangan Bersihkan Fasilitas Umum

Terkini

Iklan Parlemen