Iklan Parlemen

terkini

Polisi Bongkar Fakta, Dua Remaja Bireuen Tewas Bukan Kecelakaan, tapi Korban Tawuran

Kamis, 30 April 2026, 16.48 WIB Last Updated 2026-04-30T09:48:34Z

BIREUEN – Satreskrim Polres Bireuen ungkap tabir kematian dua remaja di Peudada. Sempat dikira kecelakaan tunggal, ternyata Masjidil Aqsa, 17, dan Amirul Mukminin, 17, tewas usai diserempet dan ditendang geng motor yang hendak tawuran.

Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, Gampong Meunasah Baroh, Peudada. Sabtu malam 18/4/2026, sekelompok remaja kumpul di depan Kantor Bupati Bireuen, lalu konvoi motor diduga cari lawan tawuran.

Saat melintas Peudada, rombongan berpapasan dengan korban yang boncengan Honda Supra X dari Bireuen ke Banda Aceh. Pelaku sempat panggil korban. Tak dihiraukan, mereka kejar. Pakai Suzuki Satria F, pelaku utama serempet dan tendang motor korban sampai oleng. Korban jatuh ke parit. 

Tak berhenti di situ. Setelah jatuh, korban sempat dipukuli sebelum pelaku kabur. Masjidil Aqsa asal Gampong Ule Kareueng dan Amirul Mukminin, santri asal Gp. Cureh Baroh, Simpang Mamplam, tewas di lokasi.

Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani lewat Kasatreskrim AKP Dedi Miswar sebut kasus terungkap dari olah TKP dan keterangan saksi.

“Awalnya diduga laka tunggal. Hasil lidik, korban sengaja diserempet dan ditendang hingga jatuh,” jelas Dedi.
 
Selasa 21/4/2026, polisi ciduk tiga remaja di rumah masing-masing: ML, 18, warga Jangka; YF, 18, warga Peusangan; dan ZR, 17, warga Jeumpa. Disita Suzuki Satria F dan dua bilah pedang yang dipakai saat kejadian.

Ketiganya dijerat UU No. 1/2023 tentang KUHP. Ancaman 15–20 tahun penjara.

Polisi imbau orang tua awasi anak, terutama malam hari.

“Patroli terus kami intensifkan. Jangan sampai ada Aqsa dan Amirul lain,” tegas AKP Dedi.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polisi Bongkar Fakta, Dua Remaja Bireuen Tewas Bukan Kecelakaan, tapi Korban Tawuran

Terkini

Iklan Parlemen