Pidie – Pembangunan dua unit Jembatan Aramco di wilayah Kodim 0102/Pidie terus menunjukkan progres yang signifikan. Kehadiran jembatan Aramco tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung konektivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan, progres pembangunan kini memasuki tahap lanjutan dengan capaian pekerjaan yang terus dipacu, Kamis (30/04/2026).
Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., melalui Dansatgas Pembangunan Jembatan Wilayah Kodim 0102/Pidie Kapten Czi Abdul Haris menyampaikan, dua jembatan yang saat ini masih dalam proses pengerjaan berada di Desa Keune, Kecamatan Geumpang, serta Desa Buloh Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.
Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan agar fasilitas penghubung tersebut segera dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan hingga mobilitas sosial warga.
“Pengerjaan terus kami pacu dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi. Saat ini progres pembangunan di kedua titik menunjukkan hasil yang cukup signifikan,” ujar Kapten Czi Abdul Haris.
Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Aramco di Desa Keune, Kecamatan Geumpang, saat ini telah selesai tahap pengecoran lantai jembatan. Selain itu, personel Satgas juga sedang melaksanakan pembuatan serta pengecoran dinding jembatan. Secara keseluruhan, progres pembangunan di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Aramco di Desa Buloh Reubee, Kecamatan Delima, telah menyelesaikan pemasangan batu air dan kini memasuki tahap penimbunan lantai jembatan. Untuk progres keseluruhan, pekerjaan di lokasi itu telah mencapai sekitar 65 persen.
Kapten Czi Abdul Haris menambahkan, pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap setiap tahapan pembangunan agar hasil pekerjaan sesuai dengan standar konstruksi yang telah ditentukan.
“Kami berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala teknis maupun nonteknis sehingga kedua jembatan ini dapat segera difungsikan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses transportasi hasil pertanian, mempercepat distribusi kebutuhan masyarakat, serta mempermudah aktivitas sosial warga yang selama ini terkendala kondisi infrastruktur.
Program pembangunan Jembatan Aramco ini merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di daerah, khususnya wilayah pedesaan yang membutuhkan akses infrastruktur memadai.
Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, pembangunan jembatan tersebut juga menjadi simbol hadirnya negara dalam menjawab kesulitan masyarakat serta mendukung pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Dalam proses pengerjaannya, pembangunan dilakukan oleh personel TNI dari Kodim 0102/Pidie dan di bantu warga setempat dengan pengawasan secara intensif guna memastikan kualitas, ketahanan, dan keamanan konstruksi tetap terjaga sesuai spesifikasi teknis.
Masyarakat setempat menyambut positif pembangunan jembatan tersebut. Warga berharap, setelah selesai nanti, akses transportasi akan semakin lancar sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di pedalaman. [WANDI]