Puluhan relawan antusias mengasah pengetahuan agar makin siap terjun ke lapangan.
Ketua Relawan Gesit Pidie, Novita Silviana, menegaskan kelas ini penting untuk bekal relawan.
“Selain salurkan bantuan, kami buka kelas agar kapasitas pengetahuan relawan meningkat. Ilmunya bisa dimanfaatkan di mana pun,” ujarnya di lokasi.
Menurutnya, relawan yang paham isu lebih berdampak saat bantu warga.
Ketua panitia, M. Riski Ramadhani, menyebut ini kelas pertama sejak Relawan Gesit Pidie diresmikan Januari lalu.
“Ke depan akan ada kelas lanjutan dengan materi lebih beragam. Targetnya, relawan Gesit melek semua bidang: kebencanaan, psikososial, sampai advokasi,” ungkapnya kepada wartawan.
Kelas perdana menghadirkan tiga pemateri Teuku Satria Mahmud, Dr. Nurlela Mufida, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Teuku Raysoel Akram, S.Sos. Materi fokus pada kesiapan mental relawan, pemulihan trauma korban bencana, dan strategi besarkan gerakan kerelawanan secara profesional.
Suasana kelas hidup. Puluhan relawan aktif diskusi dan simulasi kasus.
“Kalau hanya modal nekat, relawan bisa jadi beban. Harus paham apa yang dibutuhkan korban,” kata Satria
Dengan kelas itu, Relawan Gesit Pidie ingin ubah wajah kerelawanan dari reaktif jadi taktis, dari sekadar hadir jadi solutif. [WANDI]