SIGLI – “IDI Pidie harus jadi rumah yang nyata bagi dokter.” Itu tekad Ketua IDI Cabang Pidie 2025-2028 dr. Teuku Jauhardin usai dikukuhkan di Oproom Setdakab Pidie, Sabtu (9/5/2026).
Pengukuhan dipimpin Ketua IDI Aceh dr. Muntadar. Jauhardin langsung tancap gas. Ia tegaskan IDI Pidie siap jadi mitra strategis Pemkab Pidie untuk kebijakan kesehatan berbasis data dan sains.
Jauhardin fokus benahi internal lewat 3 langkah:
1. Perlindungan Profesi : IDI jadi benteng hukum dokter selama patuh SOP dan etik.
2. Tingkatkan Kapasitas : Dorong program profesi berkelanjutan yang mudah diakses dokter umum dan spesialis se-Pidie.
3. Hapus Sekat : Tak ada ego senior-junior, dokter umum-spesialis. “Kita satu kesatuan,” tegasnya.
Ia pastikan dokter di pelosok Tangse, Geumpang, hingga pesisir Pidie merasakan hadirnya IDI.
Jauhardin mohon dukungan Pemkab Pidie.
“Kami butuh sarana prasarana, kesejahteraan layak, dan iklim kerja kondusif. Biar putra-putri terbaik tetap mengabdi untuk Pidie,” katanya.
IDI Pidie siap kasih masukan kebijakan berbasis evidence-based policy agar tepat sasaran.
Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar sambut baik. Ia sebut IDI mitra strategis Pemkab untuk naikkan derajat kesehatan warga.
“Kesehatan itu bangunan besar. Nggak bisa satu tiang. Butuh kerja bareng, peduli, dan tanggung jawab kolektif,” ujar Alzaizi.
Ia harap IDI solid, profesional, dan sinergi dengan pemerintah. Tantangan ke depan: stunting, kesehatan ibu-anak, hingga layanan kesehatan pelosok.
“Dengan kebersamaan, Pidie yang lebih sehat bisa kita capai,” tutup Wabup. [WAHYU]