Iklan Parlemen

terkini

Khanduri Laot Iboih Berlangsung Khidmat, Perkuat Tradisi dan Kebersamaan Masyarakat Pesisir

Rabu, 06 Mei 2026, 21.33 WIB Last Updated 2026-05-06T14:33:37Z

Sabang – Rabu,6 Mei 2026 || Tradisi adat laut yang sarat nilai religius dan kebersamaan kembali hidup di tengah masyarakat pesisir melalui pelaksanaan Khanduri Laot dan Doa Bersama di Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh makna, diawali dengan doa bersama di kawasan Pulau Rubiah, kemudian dilanjutkan dengan prosesi kenduri laot bersama masyarakat nelayan.

Suasana kebersamaan tampak begitu kental sebagaimana terlihat dalam kegiatan, di mana masyarakat dari berbagai kalangan duduk berbaur di bawah tenda, menikmati hidangan kenduri secara sederhana namun penuh kehangatan. Momentum ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil laut sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bagi para nelayan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Panglima Laot se-Kota Sabang, Keuchik Gampong Iboih beserta perangkat desa, unsur TNI/Polri,Dansubdenpom IM/2-1 Sabang, Sekda dan jajaran Pemerintah Kota Sabang,Ketua MPU Sabang, Kapolres Sabang beserta jajaran, Kepala BPKS Sabang bersama staf, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Turut hadir pula mantan Gubernur Aceh,Azwar Abubakar.

Kehadiran Kepala BPKS Sabang bersama jajaran menjadi wujud dukungan nyata terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat sinergi antara pembangunan kawasan dan nilai-nilai kearifan lokal.

Dalam keterangannya, Kepala BPKS Sabang,Iskandar Zulkarnaen,menyampaikan bahwa tradisi seperti Khanduri Laot memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial serta menjadi potensi besar dalam pengembangan pariwisata daerah.

“Kegiatan ini bukan hanya ritual adat, tetapi juga bagian dari identitas daerah yang harus terus dilestarikan. Selain mempererat kebersamaan masyarakat, tradisi ini juga memiliki daya tarik tersendiri sebagai potensi wisata unggulan Kota Sabang,” ujarnya.

Keuchik Gampong Iboih dalam Keterangan nya,Bukhari Ismail,menegaskan bahwa Khanduri Laot merupakan warisan budaya turun-temurun yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi saat ini.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memanjatkan doa kepada Allah SWT agar para nelayan selalu diberikan keselamatan dan rezeki, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Inilah kekuatan adat kita,” ungkapnya.

Sementara itu,Panglima Laot Sabang,Lukman  Hakim,menyampaikan bahwa Khanduri Laot memiliki makna mendalam dalam menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alam, khususnya laut sebagai sumber kehidupan masyarakat pesisir.

“Khanduri Laot adalah wujud rasa syukur sekaligus pengingat bagi kita semua untuk menjaga kelestarian laut dan mematuhi hukum adat yang telah diwariskan,” tegasnya.

Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga kawasan, dan masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat serta memperkuat stabilitas sosial budaya di wilayah pesisir.

Dengan kegiatan ini, diharapkan tradisi Khanduri Laot terus hidup dan berkembang sebagai perekat kebersamaan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Kota Sabang sebagai daerah maritim yang kaya akan nilai adat, budaya, dan potensi wisata berbasis kearifan lokal.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Khanduri Laot Iboih Berlangsung Khidmat, Perkuat Tradisi dan Kebersamaan Masyarakat Pesisir

Terkini

Iklan Parlemen