ACEH TIMUR – Perdamaian setahun lalu di Polsek Peureulak Barat seolah tinggal nama. Hubungan Kepsek SMPN 2 Peureulak Barat Busa Sebrang dengan sejumlah wartawan kini kembali memanas, diduga karena dendam lama belum selesai.
Insiden awal bermula tahun lalu saat 4 orang wartawan DD, Am, SB, AD investigasi proyek swakelola gedung sekolah. Saat di lokasi, mereka dapat perlakuan tidak bersahabat dan intimidasi dari oknum tukang yang bilang “jika kalian naikkan maka akan ku tebas”.
Akhirnya masalah diselesaikan damai di Polsek Peureulak Barat atas permintaan pihak sekolah. Kasus ditutup.
Namun suasana berubah saat wartawan DD bertemu oknum Kepsek di kegiatan K3S SMP se-Aceh Timur, Aula SMPN 1 Idi Rayeuk, Selasa (9/6/2026).
DD mengaku ditegur tanpa senyum dan wajah menoleh. Penasaran, DD coba konfirmasi via WhatsApp: “Marah kali kepada saya iya buk kepsek?” dan “Ibuk kalau ada masalah dengan saya sampaikan saja buk, saya lihat cara ibuk melihat saya seperti musuh”.
Ia juga menyampaikan pesan sudah centang biru, tapi tak dibalas.
“Ini aneh. Dulu minta damai, sekarang sikapnya beda. Seolah beliau menyimpan dendam,” ujar DD.
DD menegaskan, kalau memang Kepsek masih dendam, berarti perdamaian dulu terpaksa.
“Kami berharap Kadisdikbud Aceh Timur dan Kabid SMP menegur oknum Kepsek tersebut. Wartawan tugasnya kontrol sosial, bukan musuh sekolah,” katanya.
Hingga berita ini tayang, konfirmasi ke Kepsek SMPN 2 Peureulak Barat via WhatsApp belum direspons. [Red]