Aceh Besar – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh bergerak cepat menindak dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap pengunjung kawasan wisata Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak lima orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut berhasil diamankan polisi.
Kelima terduga pelaku masing-masing berinisial EP (51), L (49), F (58), IS (35), dan D (58). Mereka diamankan oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Ditreskrimum Polda Aceh dalam operasi penindakan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait adanya dugaan pemerasan terhadap wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Lamreh.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menjelaskan, informasi dari masyarakat langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga tim turun ke lokasi untuk melakukan penindakan.
“Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat terkait adanya tindakan pungutan liar terhadap pengunjung yang sedang melaksanakan wisata di kawasan Desa Lamreh, Tim URC Ditreskrimum Polda Aceh bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penindakan di lokasi,” ujar Joko, Jumat (19/6/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa sejumlah uang tunai pecahan Rp10 ribu yang diduga merupakan hasil pungutan dari para pengunjung.
Selain dugaan pungli, polisi juga menemukan fakta lain dari hasil pemeriksaan awal. Salah seorang terduga pelaku berinisial EP diketahui positif menggunakan narkotika jenis sabu berdasarkan hasil tes urine.
“Salah seorang yang diamankan berinisial EP diketahui positif menggunakan narkotika jenis sabu berdasarkan hasil tes urine,” ungkap Joko.
Saat ini kelima terduga pelaku telah dibawa ke Polda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Polda Aceh mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap bentuk dugaan tindak kriminal, termasuk pungutan liar dan aksi pemerasan, demi menciptakan lingkungan wisata yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. [Red]