Pidie Jaya – Pembangunan Jembatan Perintis Bantuan Presiden Republik Indonesia yang menghubungkan Desa Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, dengan Desa Pantang Cot Baloi, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, terus menunjukkan progres menggembirakan. Rabu (17/06/2026).
Memasuki pertengahan Juni 2026, pekerjaan konstruksi telah mencapai 86 persen, ditandai dengan dimulainya pemasangan seling bawah jembatan serta pengecatan tiang dan tembok abutment pada titik A dan B.
Pemasangan seling menjadi tahapan penting dalam pembangunan jembatan tersebut. Tahap ini menandakan bahwa sebagian besar pekerjaan konstruksi utama telah selesai dikerjakan kini memasuki fase penyelesaian akhir sebelum dapat difungsikan untuk masyarakat.
Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos, melalui Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) pembangunan jembatan, Kapten Czi Abdul Haris, mengatakan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
"Alhamdulillah, saat ini pembangunan jembatan perintis penghubung Desa Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, dengan Desa Pantang Cot Baloi, Kecamatan Ulim, telah mencapai 86 persen. Pekerjaan saat ini difokuskan pada pemasangan seling bawah jembatan dan sejumlah pekerjaan penyelesaian lainnya," ujar Kapten Abdul Haris dilokasi pembangunan.
Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan konstruksi berat yang menjadi penopang utama jembatan telah rampung dikerjakan. Mulai dari penggalian pondasi, pengecoran abutment, pemasangan tiang utama, hingga struktur pendukung lainnya telah selesai sesuai standar teknis yang ditetapkan.
Menurutnya, kelancaran pembangunan tidak terlepas dari kolaborasi antara tenaga ahli konstruksi jembatan, personel Kodim 0102/Pidie, serta partisipasi masyarakat setempat yang sejak awal turut mendukung proses pembangunan.
"Sejak tahap awal hingga saat ini, pekerjaan berjalan lancar baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Sinergi yang baik antara personel TNI, tenaga ahli, dan masyarakat menjadi faktor penting yang mendukung percepatan pembangunan," katanya.
Keberadaan jembatan tersebut nantinya akan menjadi akses vital yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu wujud perhatian pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah, khususnya di daerah yang selama ini membutuhkan akses transportasi yang lebih memadai dan aman.
Pihak Satgas optimistis pekerjaan yang tersisa dapat diselesaikan tepat waktu sehingga jembatan segera dapat digunakan oleh masyarakat.
"Kami berharap seluruh proses pembangunan hingga tahap akhir berjalan tanpa kendala. Dengan selesainya jembatan ini, masyarakat akan memiliki akses penghubung yang lebih mudah, aman, dan cepat sehingga dapat mendukung aktivitas sehari-hari serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Pidie Jaya," pungkas Kapten Abdul Haris.