BENER MERIAH, 8 Juni 2026 – Air mata, sujud syukur, dan tarian Guel. Itulah sambutan haru kepulangan ratusan prajurit Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S UNIFIL di Markas Batalyon 144 Satria Musara, Bener Meriah, Senin pagi.
Mereka adalah putra-putra terbaik Batalyon Infanteri 114/Satria Musara Brigif 25/Siwah yang baru saja menuntaskan misi perdamaian dunia selama 1 tahun penuh di Lebanon Selatan di bawah bendera PBB.
Sujud Syukur di Gerbang Markas
Begitu roda kendaraan taktis berhenti di gerbang, pasukan langsung turun dan bersujud bersama. Dipimpin Danyon Satgas Letkol Inf Fahrul Yuza, S.H., M.I.P, momen itu jadi bukti syukur mereka selamat pulang ke tanah air.
Belum hilang haru, sambutan adat Aceh langsung mengiringi. Tarian Guel yang energik dan prosesi tepung tawar jadi penolak bala dan doa restu untuk para kesatria.
“Ini bukan sekadar pulang. Ini pulang membawa nama harum Indonesia dan Aceh di mata dunia,” ujar Letkol Fahrul Yuza.
Putra Aceh Pimpin, Dunia Akui
Keberhasilan misi UNIFIL kali ini punya rasa spesial. Komandan Satgas, Letkol Inf Fahrul Yuza, adalah putra asli Aceh. Di bawah komandonya, INDOBATT XXIII-S mampu hadapi dinamika Lebanon Selatan dengan profesional.
Tantangan, konflik, sampai cuaca ekstrem, semua dilewati. Hasilnya: keberadaan prajurit Garuda dapat apresiasi tinggi dari masyarakat internasional.
Puncaknya, INDOBATT XXIII-S terima Letter of Appreciation langsung dari Komandan Pasukan UNIFIL. Surat penghargaan itu bukti dedikasi, kinerja, dan kontribusi nyata pasukan Indonesia menjaga perdamaian dunia.
"Selamat datang kembali, Satria Musara. Tugas kalian sudah lunas. Sekarang waktunya peluk keluarga dan istirahat. Kalian pulang bukan hanya sebagai prajurit, tapi sebagai duta perdamaian." Imbuhnya. [WAHYU]