Lhokseumawe – Upaya pencarian korban tenggelam di aliran Krueng Suak, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia setelah lima hari dilakukan pencarian, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban diketahui bernama Muhammad Zuhdi (19), seorang pelajar asal Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Korban ditemukan di sekitar aliran Krueng Suak, tepatnya sekitar 200 meter dari jalan menuju objek wisata Air Terjun 7 Bidadari.
Sejak awal kejadian pada Minggu (21/6/2026), personel Polsek Syamtalira Bayu Polres Lhokseumawe terus melakukan koordinasi bersama tim SAR gabungan, memantau proses pencarian, hingga membantu pengamanan saat proses evakuasi berlangsung.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H melalui Kapolsek Syamtalira Bayu, Iptu Hendra Jamiswar mengatakan, setelah korban ditemukan, personel langsung melakukan pengamanan lokasi dan mengawal proses evakuasi.
“Personel juga mendatangi UPTD Puskesmas Geureudong Pase, mengumpulkan keterangan dari lapangan, serta melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan,” ujarnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans UPTD Puskesmas Geureudong Pase dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Lhoksukon.
Sementara itu, satu korban lainnya bernama Muhammad Ilham (16), yang juga merupakan pelajar asal desa yang sama, masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim SAR Kabupaten Aceh Utara, BPBD Kabupaten Aceh Utara, serta masyarakat setempat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan sungai maupun lokasi wisata alam, serta selalu memperhatikan faktor keselamatan untuk mencegah terjadinya musibah serupa.