Jakarta – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayahwa, melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta pada Kamis (2/7/2026) sebagai langkah strategis untuk mempercepat proses pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara.
Dalam pertemuan tersebut, Ayahwa menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menuntaskan seluruh proses pendataan kerusakan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah. Rampungnya pendataan ini menjadi dasar penting agar proses verifikasi dan tindak lanjut dari pemerintah pusat dapat segera dilakukan.
"Kami berharap setelah seluruh data selesai, proses verifikasi dari BNPB dapat segera dituntaskan sehingga bantuan untuk masyarakat terdampak bisa segera direalisasikan," ujar Ayahwa.
Selain membahas hasil pendataan, pertemuan itu juga difokuskan pada percepatan penyaluran dana stimulan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat sesuai usulan yang telah diajukan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kepada pemerintah pusat.
Tak hanya itu, Ayahwa juga mendorong percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Menurutnya, kehadiran hunian tetap sangat penting agar warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman, nyaman, dan lebih layak.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara turut mengusulkan bantuan kendaraan operasional roda empat kepada BNPB. Kendaraan tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas petugas di lapangan sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat saat terjadi bencana.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara optimistis sinergi yang terus dibangun bersama BNPB akan mempercepat proses pemulihan pascabanjir, sehingga masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. [Red]