Iklan Parlemen

terkini

Diduga Dicekik Oknum Pengawal Pribadi Bupati, Ketua Komisi V DPRK Aceh Timur Lapor ke Polisi

Selasa, 07 Juli 2026, 17.36 WIB Last Updated 2026-07-07T10:43:58Z
Foto: Ketua Komisi V DPRK Aceh Timur, Sayed Fareza Azmi.


ACEH TIMUR – Ketua Komisi V DPRK Aceh Timur, Sayed Fareza Azmi, mengaku menjadi korban dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang oknum pengawal pribadi (Pantup) Bupati Aceh Timur berinisial RS, yang disebut merupakan anggota Brimob. Peristiwa tersebut dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Timur pada Senin (6/7/2026).

Menurut keterangan Sayed Fareza Azmi kepada wartawan, insiden itu terjadi saat dirinya bersama sejumlah rekannya mendatangi Pendopo Bupati Aceh Timur setelah sebelumnya berkoordinasi langsung dengan Bupati untuk melakukan pertemuan.

Setibanya di pendopo, mereka menunggu beberapa saat. Sayed kemudian masuk ke arah ruang tamu untuk memastikan apakah masih ada tamu lain yang sedang bertemu dengan Bupati.

Namun, kata Sayed, ia tiba-tiba ditegur oleh seorang oknum pengawal pribadi Bupati dengan nada keras.

"Jangan ngintip dan jangan berdiri di pintu. Kalau mau masuk, masuk. Kalau tidak, keluar saja. Dari mana kamu?" ujar Sayed menirukan ucapan oknum tersebut.

Sayed mengaku kemudian menjawab bahwa teguran tersebut seharusnya dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih baik. Ia juga memperkenalkan dirinya sebagai anggota DPRK Aceh Timur.

Menurutnya, setelah itu situasi memanas. Oknum pengawal tersebut diduga menantangnya untuk berkelahi.

"Kau tidak senang? Ayo kita berkelahi," kata Sayed menirukan ucapan oknum itu.

Sayed mengaku membalas tantangan tersebut dengan mengatakan bahwa dirinya tidak takut. Tak lama kemudian, ia mengklaim lehernya dicekik oleh oknum pengawal hingga akhirnya sejumlah orang yang berada di sekitar pendopo datang melerai.

Merasa menjadi korban tindakan kekerasan, Sayed yang juga merupakan politisi Fraksi Partai Aceh memutuskan membuat laporan resmi ke Polres Aceh Timur agar kasus tersebut diproses sesuai ketentuan hukum.

Usai melapor, Sayed bersama sejumlah anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi Partai Aceh juga mendatangi RSUD Zubir Mahmud untuk menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Timur, Musaitir, mengecam keras dugaan tindakan yang dilakukan oknum pengawal pribadi Bupati tersebut.

Ia meminta agar yang bersangkutan segera dinonaktifkan dari tugasnya sebagai pengawal pribadi Bupati Aceh Timur.

"Kami sudah beberapa kali mendengar adanya keluhan mengenai sikap oknum pengawal tersebut yang dinilai bersikap semena-mena terhadap masyarakat yang ingin bertemu Bupati. Hari ini bahkan Ketua Komisi V DPRK Aceh Timur dari Fraksi Partai Aceh mengaku menjadi korban. Karena itu kami meminta agar oknum tersebut segera dinonaktifkan," tegas Musaitir.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bupati Aceh Timur maupun dari oknum pengawal yang disebutkan terkait dugaan insiden tersebut.

sumber : Gemarnews
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Diduga Dicekik Oknum Pengawal Pribadi Bupati, Ketua Komisi V DPRK Aceh Timur Lapor ke Polisi

Terkini

Iklan Parlemen