Foto: kunjungan Wabup Aceh Timur ke rumah korban penganiayaan di Gampong Paya Awe, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, pada Selasa (7/7/2026)
ACEH TIMUR – Wakil Bupati Aceh Timur, Teuku Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H., mengunjungi kediaman seorang anak yang diduga menjadi korban kekerasan di Gampong Paya Awe, Kecamatan Idi Tunong, Selasa (7/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap korban dan keluarganya di tengah perhatian publik yang masih tertuju pada kasus tersebut.
Dalam kunjungan itu, Teuku Zainal Abidin memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarga agar tetap tabah menghadapi cobaan. Ia menegaskan kehadirannya merupakan inisiatif pribadi sebagai bentuk empati sekaligus memastikan keluarga korban tidak merasa berjuang sendiri.
"Kami datang untuk memberikan semangat kepada korban dan keluarganya agar mereka merasa diperhatikan dan tidak sendirian menghadapi situasi yang sulit ini," ujar Teuku Zainal Abidin kepada wartawan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sangat menyayangkan terjadinya dugaan kekerasan terhadap anak tersebut. Ia berharap peristiwa serupa tidak lagi terjadi dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Kasus itu menjadi perhatian luas setelah video dugaan penganiayaan terhadap seorang anak berinisial IR beredar di media sosial dan viral. Dalam rekaman berdurasi sekitar 2 menit 52 detik itu, korban diduga mengalami pemukulan, tendangan, hingga kepalanya diinjak oleh pelaku. Dugaan kekerasan tersebut disebut dipicu oleh tuduhan pencurian uang sebesar Rp10.000.
Di hadapan keluarga korban, Wakil Bupati tampak berbincang dan memberikan penguatan agar tetap sabar mengikuti proses hukum. Ia juga menegaskan bahwa penanganan perkara sepenuhnya dipercayakan kepada pihak kepolisian.
"Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Polres Aceh Timur. Kita percayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengusutnya sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Viralnya video tersebut memicu kecaman dari berbagai kalangan dan mendorong masyarakat mendesak aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan terhadap anak tersebut. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung di Polres Aceh Timur. []