Iklan Parlemen

terkini

Tinjau Lokasi Relokasi Pascabencana, Kementerian PUPR dan PDAM Tirta Bengi Matangkan Pembangunan SPAM di Bener Meriah

Sabtu, 18 Juli 2026, 22.55 WIB Last Updated 2026-07-18T15:55:56Z
Foto: Istimewa


Bener Meriah – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Perumda PDAM Tirta Bengi menerima kunjungan kerja Balai Sarana dan Prasarana Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Perwakilan Aceh yang melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Kamis (16/7/2026).

Kunjungan lapangan yang berlangsung di Kampung Lampahan Induk, Kecamatan Timang Gajah, itu dilakukan untuk meninjau sekaligus mengoordinasikan rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi tahun 2025 yang akan direlokasi ke kawasan hunian baru.

Rombongan dipimpin Husnul Manfuz, S.T., selaku Penata Kelola Penyehatan Lingkungan/PPK Air Minum II. Turut hadir M. Basri, S.Ars. dan Deka Febrianti, S.Ars., sebagai Asisten Konsultan Individu Teknik Penanganan SPAM Pascabencana dalam program Preparation of Integrated Implementation Plan for Build Back Better, Safer and Sustainable (BBBSS) Infrastructure Perwakilan Provinsi Aceh.

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Perumda PDAM Tirta Bengi, unsur Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, serta perwakilan Kecamatan Timang Gajah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perumda PDAM Tirta Bengi Bener Meriah, Dr. Samusi Purnawira Dade, S.H., S.IP., M.Si., menyampaikan sejumlah usulan strategis terkait pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) beserta jaringan SPAM.

Menurutnya, lokasi IPA baru perlu dilengkapi pagar pengaman dan fasilitas pendukung lainnya agar operasionalnya berjalan optimal serta terjaga dalam jangka panjang.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penataan lahan dan pembangunan jaringan perpipaan yang tidak menghambat proses pembebasan lahan masyarakat. Jaringan distribusi air, katanya, harus dibangun sesuai desain, blueprint, dan ketentuan teknis yang telah disusun, termasuk jalur distribusi sepanjang sekitar satu kilometer dari kawasan perbukitan menuju permukiman.

"Seluruh pembangunan diharapkan mengikuti perencanaan teknis yang telah disusun agar pelaksanaannya berjalan efektif dan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dalam jangka panjang," ujar Samusi.

Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan sinkronisasi rencana pembangunan infrastruktur air bersih untuk kawasan hunian baru masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Gajah Putih. Pembangunan jaringan distribusi dan sistem penyediaan air bersih dinilai menjadi komponen penting dalam mendukung proses pemulihan pascabencana sekaligus menjamin pelayanan air minum yang berkelanjutan.

Sementara itu, Tim Balai Sarana dan Prasarana Kementerian PU menegaskan bahwa penyusunan master plan, penempatan IPA, jaringan distribusi, hingga tata letak kawasan harus mengacu pada hasil kajian kebencanaan dan kajian teknis yang telah dilakukan oleh instansi terkait.

Pemerintah daerah juga diharapkan memastikan seluruh lokasi pembangunan berada di kawasan yang telah dinyatakan aman berdasarkan hasil kajian geologi dan rekomendasi instansi teknis.

Masyarakat Kampung Lampahan Induk, Dusun Intan, yang terdampak bencana hidrometeorologi pada 2025 direncanakan akan menempati kawasan hunian baru di Kecamatan Gajah Putih sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana yang dilaksanakan pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kecamatan Timang Gajah, Andi Syahputra, S.E., M.Si., mewakili Camat Timang Gajah, menyampaikan bahwa proses pelepasan lahan masyarakat untuk kebutuhan relokasi akan dilakukan melalui musyawarah dan kesepakatan bersama dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

Ia juga mengusulkan pembangunan embung sebagai sarana penampungan air untuk menjaga ketersediaan debit air secara berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan embung akan menjadi infrastruktur pendukung yang sangat penting bagi SPAM sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara optimal dalam jangka panjang.

Dengan adanya koordinasi lintas instansi itu, diharapkan pembangunan SPAM di kawasan relokasi dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat terdampak bencana memperoleh akses air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun kembali kehidupan pascabencana. [Red]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tinjau Lokasi Relokasi Pascabencana, Kementerian PUPR dan PDAM Tirta Bengi Matangkan Pembangunan SPAM di Bener Meriah

Terkini

Iklan Parlemen