Pidie – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tengah masyarakat menjadi bagian dari proses pengabdian sekaligus pembelajaran sosial bagi mahasiswa.
Anggota Koramil 05/Indra Jaya, Sertu Fadlon, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama mahasiswa KKN di Desa Dayah Biee, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, Jumat (28/08/2026).
Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 05/Indra Jaya membangun komunikasi dengan mahasiswa KKN yang melaksanakan pengabdian di wilayah binaan.
Dalam pertemuan tersebut, Sertu Fadlon berdialog dengan para mahasiswa terkait keberadaan mereka di tengah masyarakat serta pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan warga selama menjalankan berbagai program KKN.
Sertu Fadlon mengimbau mahasiswa agar senantiasa menjunjung tinggi sikap sopan santun, etika, dan adab dalam berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa yang menjalankan KKN tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga membawa nama baik almamater sehingga setiap perilaku dan tindakan selama berada di desa perlu diperhatikan.
“Selama melaksanakan KKN, mahasiswa diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat, menghormati adat dan kebiasaan setempat, serta menjaga komunikasi yang baik dengan warga,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Komsos tersebut juga menjadi ruang untuk membangun koordinasi dan saling bertukar informasi antara Babinsa dengan mahasiswa KKN. Interaksi semacam ini penting agar kegiatan pengabdian mahasiswa dapat berjalan secara tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai sosial yang telah tumbuh di lingkungan desa.
Mahasiswa KKN diharapkan mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat selama berada di Desa Dayah Biee. Program yang dijalankan hendaknya dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi dengan perangkat desa serta masyarakat sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setempat.
Di sisi lain, keberadaan mahasiswa di desa juga dapat menjadi kesempatan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan sosial. Dengan bekal pengetahuan yang dimiliki, mahasiswa dapat berkontribusi melalui program-program yang bersifat edukatif, pemberdayaan masyarakat, maupun kegiatan sosial sesuai dengan bidang dan program KKN yang telah ditetapkan.
Babinsa juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama mahasiswa menjalankan aktivitas. Apabila terdapat persoalan di lapangan, mahasiswa diharapkan mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara baik dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Kegiatan Komsos ini mencerminkan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan pengabdian di wilayah. Hubungan yang terjalin melalui komunikasi terbuka diharapkan mampu menciptakan suasana yang nyaman bagi mahasiswa sekaligus memastikan keberadaan mereka memberikan dampak positif bagi warga.
Melalui pendekatan komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, kegiatan KKN di Desa Dayah Biee diharapkan dapat berlangsung dengan baik, tetap menghormati nilai-nilai sosial dan kearifan lokal, serta menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi Babinsa, pendampingan melalui komunikasi sosial bukan berarti mengambil alih peran mahasiswa maupun pemerintah desa, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi kewilayahan agar seluruh unsur yang berada di desa dapat menjalankan perannya secara proporsional dan saling mendukung. [Wandi]