Iklan Parlemen

terkini

Maulid di Aula Polres Pidie Jaya: Ketika Akhlak Rasulullah Menjadi Cermin bagi Polisi

Sabtu, 29 Agustus 2026, 13.39 WIB Last Updated 2026-08-29T06:39:08Z
Foto: Istimewa


MEUREUDU – Pagi itu, suasana Aula Tathya Dharaka Polres Pidie Jaya terasa berbeda. Bukan hanya karena lantunan ayat suci Al-Qur’an dan Sholawat Badar yang menggema, tetapi juga karena pesan tentang keteladanan, kejujuran dan amanah yang kembali diingatkan kepada setiap insan Bhayangkara.

Di tempat itu, Sabtu (29/8/2026), keluarga besar Polres Pidie Jaya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H/2026 M.

Peringatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan. Di balik rangkaian acara keagamaan, terselip pesan yang jauh lebih dalam: bagaimana akhlak Rasulullah SAW dapat menjadi pedoman bagi personel Polri dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., bersama Wakapolres Kompol Dahlan, S.Sos., M.Si., Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Jaya Ny. Renny Tendri, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, personel Polres, pengurus Bhayangkari serta anak-anak yatim hadir dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut.

Tema yang diangkat pun sarat makna: “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Dalam sambutannya, AKBP Tendri Wardi mengajak seluruh personel untuk tidak berhenti pada mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi kesempatan untuk menggali kembali nilai-nilai kehidupan yang diwariskan Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, perjuangan Rasulullah dalam menyampaikan ajaran Allah SWT merupakan teladan yang penting bagi siapa saja, termasuk anggota Polri yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Melalui momentum peringatan ini, kita semua bisa mengenang kembali sejarah dan perjuangan beliau dalam mendakwahkan ajaran Allah SWT. Kita juga ingin mengambil pelajaran dari kehidupan beliau serta meneladani sifat-sifat mulia yang dimiliki Baginda Rasulullah SAW,” ujar Kapolres.

Pesan itu kemudian diarahkan pada kehidupan seorang anggota kepolisian.

Sebab, tugas polisi tidak hanya berbicara tentang penegakan hukum. Di balik seragam yang dikenakan, ada tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Kejujuran, amanah dan sikap dapat dipercaya menjadi nilai yang sangat penting dalam menjalankan tugas tersebut.

“Dengan rasa cinta dan suri teladan Rasulullah akan membuat kita semua menjadi pribadi yang lebih baik, amanah, jujur dan terpercaya dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” tegasnya.

Suasana peringatan semakin terasa khidmat ketika santunan diberikan kepada anak-anak yatim.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa meneladani Rasulullah SAW tidak cukup hanya melalui kata-kata dan ceramah. Keteladanan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.

Di tengah kesibukan menjalankan tugas kepolisian, perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan menjadi bagian dari nilai kemanusiaan yang terus dirawat.

Selain santunan, rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Sholawat Badar, tausiah dan doa.

Tgk. Syukrullah dari Dayah Narussalam Al-Qasimiyyah hadir menyampaikan ceramah yang diharapkan menjadi mauizah hasanah bagi seluruh personel dan keluarga besar Polres Pidie Jaya.

Pesan-pesan keagamaan itu menjadi ruang untuk sejenak berhenti dari rutinitas, melihat kembali ke dalam diri, dan bertanya: sudah sejauh mana nilai-nilai akhlak Rasulullah diterapkan dalam kehidupan dan pekerjaan?

Keteladanan Rasulullah pada akhirnya tidak berhenti di dalam aula.

Nilai itu diharapkan ikut terbawa ketika seorang polisi kembali ke ruang pelayanan, turun ke lapangan, menghadapi persoalan masyarakat, memberikan perlindungan, ataupun ketika berinteraksi dengan keluarga di rumah.

Polisi yang amanah berarti mampu menjaga kepercayaan.

Polisi yang jujur berarti berani menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi.

Dan polisi yang melayani berarti mampu menghadirkan rasa aman serta memperlakukan masyarakat dengan penuh penghormatan.

Karena itulah, peringatan Maulid Nabi di lingkungan Polres Pidie Jaya diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.

Ia menjadi pengingat bahwa profesionalisme kepolisian tidak hanya dibangun melalui kemampuan dan aturan, tetapi juga melalui karakter dan akhlak.

Sekitar pukul 10.30 WIB, rangkaian kegiatan berakhir. Suasana aula kembali seperti biasa. Namun pesan yang disampaikan diharapkan tetap melekat dalam hati setiap personel.

Bahwa menjadi anggota Polri bukan hanya tentang mengenakan seragam dan menjalankan kewenangan.

Lebih dari itu, ada amanah besar untuk menjadi pribadi yang jujur, terpercaya, berintegritas dan humanis.

Dan dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu, keluarga besar Polres Pidie Jaya kembali diingatkan: keteladanan Rasulullah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan dalam setiap langkah pengabdian. []


Editor   :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Maulid di Aula Polres Pidie Jaya: Ketika Akhlak Rasulullah Menjadi Cermin bagi Polisi

Terkini

Iklan Parlemen