JAKARTA – Semangat pengabdian kepada negara tidak berhenti ketika seorang prajurit memasuki masa purnawirawan. Pesan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago saat menerima kunjungan Perhimpunan Purnawirawan TNI Angkatan Laut (PPAL) di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus komunikasi antara Kemenko Polkam dengan para purnawirawan TNI Angkatan Laut.
Dalam pertemuan itu, Djamari menegaskan bahwa pengalaman panjang selama menjalankan tugas sebagai prajurit merupakan modal berharga yang tetap dapat diberikan untuk kepentingan bangsa dan negara.
Ia juga mengingatkan para purnawirawan agar tidak merasa rendah diri setelah menyelesaikan masa dinas. Menurutnya, nilai-nilai pengabdian yang telah ditanamkan sejak pertama kali mengucapkan sumpah sebagai prajurit harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Tidak perlu merasa rendah diri. Bapak punya pengalaman. Tapi kita tidak terlepas dari tanggung jawab kita kepada negara. Itu tercantum pada saat kita pertama menjadi seorang prajurit,” kata Djamari.
Dalam kesempatan tersebut, Djamari juga menyoroti pentingnya kepedulian pemimpin terhadap prajurit, termasuk perhatian terhadap kondisi keluarga mereka.
Menurutnya, perhatian sederhana dari seorang pemimpin dapat menjadi sumber motivasi besar bagi prajurit ketika menjalankan tugas, terutama ketika mereka menghadapi situasi sulit di lapangan.
Ia mencontohkan, seorang pemimpin cukup menanyakan kondisi istri dan anak prajurit sebagai bentuk perhatian.
“Maka saya ajarkan kepada anak-anak kita, kepada perwira-perwira kita. Hanya ditepuk saja punggungnya, pundaknya. ‘Eh, bagaimana istrimu? Anakmu bagaimana?’ Dari situ saja dia mau mati melaksanakan tugas,” ujarnya.
Djamari menekankan, keberhasilan sebuah tugas tidak semata-mata merupakan hasil kerja prajurit yang berada di garis depan. Di baliknya terdapat proses pembinaan, kepemimpinan, dukungan dan tanggung jawab bersama.
Ia menilai prajurit di lapangan perlu memahami bahwa keberhasilan mereka juga tidak terlepas dari peran para pemimpin dan pembina yang berada di belakang mereka.
“Anak-anak seperti ini rasanya seperti ditinggalkan. Dia tidak tahu bahwa keberhasilan tugas itu bukan karena dia, karena Pak Juridnya,” lanjut Djamari.
Sementara itu, Laksamana TNI (Purn.) Yudo Margono menjelaskan bahwa PPAL merupakan organisasi di bawah pembinaan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).
Menurut Yudo, PPAL memiliki fokus utama dalam kegiatan sosial sekaligus menjadi wadah bagi para purnawirawan TNI Angkatan Laut untuk tetap menjaga komunikasi dan kebersamaan.
“Bahwa kami PPAL ini di bawah pembinaan Bapak KSAL. Tugas kami adalah lebih pada organisasi sosial, di bawah pembinaan Bapak KSAL, juga purnawirawan,” jelas Yudo.
Dalam pertemuan tersebut, Menko Polkam didampingi Wamenko Polkam Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemenko Polkam.
Pertemuan itu diharapkan tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjaga kesinambungan semangat pengabdian para purnawirawan untuk terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara, meski telah melewati masa aktif sebagai prajurit. []
Sumber : Kemenko Polkam RI
Editor : Wahyu