Iklan Parlemen

terkini

ODGJ di Peukan Baro Dievakuasi ke RSUD Sigli Usai Kebakaran Rumah

Sabtu, 31 Oktober 2026, 14.44 WIB Last Updated 2026-10-31T07:50:52Z
Foto: dok. Istimewa


PIDIE – Peristiwa kebakaran rumah di Gampong Mee Hagu, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Sabtu (31/10/2026) pagi, membuka persoalan serius terkait penanganan warga dengan gangguan kesehatan jiwa yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

Dalam kejadian tersebut, satu unit rumah milik Rukiah terbakar sekitar pukul 07.00 WIB. Kebakaran diduga melibatkan anak kandung pemilik rumah berinisial S, yang berdasarkan informasi Pemerintah Kecamatan Peukan Baro memiliki riwayat penanganan sebagai pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.15 WIB setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, dengan bantuan masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran karena rumah yang terbakar berada berdekatan dengan permukiman warga. Selain risiko kebakaran yang dapat meluas, kondisi pria tersebut juga menjadi perhatian masyarakat sekitar.

Menurut keterangan Camat Peukan Baro, Iswadi, S.Hi., yang bersangkutan sebelumnya telah beberapa kali mendapatkan penanganan dari Puskesmas Peukan Baro.

Namun, persoalan pendampingan keluarga menjadi salah satu tantangan. Saat kebakaran terjadi, tidak ada anggota keluarga yang berada di lokasi. Berdasarkan informasi yang diterima pihak kecamatan, adik kandungnya berada di Langsa, orang tua kandung di Idi, sedangkan anggota keluarga lainnya berada di Sabang.

Selama ini, masyarakat setempat berupaya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memberikan makanan. Akan tetapi, menurut laporan warga, bantuan tersebut terkadang ditolak oleh yang bersangkutan.

Kekhawatiran warga juga meningkat setelah adanya laporan bahwa pada malam sebelum kebakaran, pria tersebut terlihat membawa sebilah parang dan berjalan di sekitar kawasan Bambi.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Peukan Baro bersama Puskesmas bergerak melakukan penanganan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, pihak Puskesmas Peukan Baro menjemput pria tersebut untuk dibawa ke RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli guna menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan medis serta kejiwaan lebih lanjut.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas peristiwa kebakaran sekaligus upaya memastikan yang bersangkutan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya.

Camat Peukan Baro, Iswadi, S.Hi., telah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Pidie dan meminta perhatian serius pemerintah daerah agar dilakukan penanganan terpadu melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, Puskesmas, serta instansi terkait lainnya.

Menurut Iswadi, persoalan ini membutuhkan koordinasi lintas sektor agar penanganan terhadap pasien tidak berhenti pada pemeriksaan di rumah sakit, tetapi berlanjut melalui pendampingan dan pemantauan sesuai kebutuhan medisnya.

"Peristiwa di Gampong Mee Hagu menjadi pengingat bahwa penanganan warga dengan gangguan kesehatan jiwa tidak dapat hanya dibebankan kepada masyarakat sekitar. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan lingkungan sosial." ujarnya.

Di sisi lain, hak pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, perlindungan, dan perlakuan manusiawi juga harus tetap menjadi prioritas.

Pemerintah diharapkan dapat memastikan adanya langkah penanganan berkelanjutan sehingga pasien memperoleh perawatan yang layak dan masyarakat sekitar dapat menjalani kehidupan dengan aman. [*]


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • ODGJ di Peukan Baro Dievakuasi ke RSUD Sigli Usai Kebakaran Rumah

Terkini

Iklan Parlemen