Foto: dok. (Istimewa)
JAKARTA — Polri mengajak masyarakat menjaga persatuan, merawat demokrasi, dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Masyarakat juga diimbau menyampaikan aspirasi secara damai dan bijak menggunakan media sosial agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Polri menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Kami mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab, serta tetap menghormati hak masyarakat lainnya agar seluruh aktivitas dapat berjalan dengan baik,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus disikapi secara dewasa. Kebebasan menyampaikan pendapat perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak orang lain serta kepentingan masyarakat luas.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital. Informasi yang belum jelas kebenaran dan konteksnya berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, memicu konflik, hingga mengganggu persatuan.
“Perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Yang perlu kita jaga adalah bagaimana perbedaan tersebut disikapi dengan bijak, mengedepankan komunikasi, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Mari kita manfaatkan media sosial secara bertanggung jawab untuk menjaga persatuan,” jelasnya.
Trunoyudo menambahkan, upaya menjaga kamtibmas dapat dimulai dari lingkungan masing-masing, antara lain dengan menghargai perbedaan, menghindari tindakan kekerasan, menjaga ketertiban, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Polri, lanjutnya, berkomitmen mengedepankan pelayanan yang profesional, humanis, dan persuasif dalam menjalankan tugas. Pendekatan tersebut dilakukan dengan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun bangsa, memperkuat persatuan, dan menjaga Indonesia tetap aman, damai, serta kondusif,” pungkasnya.
Melalui semangat Polri Bersama Masyarakat, Polri mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat toleransi, menjaga persatuan, dan menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab demi terciptanya kehidupan demokrasi yang sehat serta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. [*]
Editor : Wahyu