Iklan Parlemen

terkini

Jelang MTQ XXXVIII Pidie, Persiapan di Mutiara Timur Capai 90 Persen, Sekda Turun Pantau Langsung

Rabu, 04 November 2026, 15.15 WIB Last Updated 2026-11-04T08:15:50Z
Foto: dok. Istimewa


PIDIE – Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVIII Tingkat Kabupaten Pidie Tahun 2026 di Kecamatan Mutiara Timur terus dikebut. Memasuki tiga hari menjelang pembukaan, Rabu (4/11/2026), berbagai kebutuhan pelaksanaan mulai dari arena perlombaan, pemondokan kafilah hingga kebersihan lingkungan telah mencapai lebih dari 90 persen.

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Pidie dalam menyukseskan agenda keagamaan tersebut terlihat dari keterlibatan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie, Drs. Samsul Azhar, M.AP., yang turun memantau kegiatan pembersihan kawasan Kota Mini Mutiara Timur.


Foto: dok. Istimewa


Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Syariat Islam (DSI), serta pihak kecamatan. Kegiatan difokuskan pada penataan dan pembersihan lokasi bekas kios agar kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas MTQ terlihat bersih, rapi, dan nyaman bagi peserta maupun pengunjung.

Koordinator Lapangan MTQ XXXVIII Pidie, drh. H. Fazli, M.Si., yang juga Kepala Dinas Syariat Islam Pidie, mengatakan secara umum persiapan pelaksanaan MTQ telah memasuki tahap akhir.

Menurutnya, seluruh unsur panitia terus bekerja untuk memastikan kegiatan yang berlangsung pada 7 hingga 13 November 2026 itu dapat berjalan lancar.

Salah satu kebutuhan utama yang telah dipastikan adalah pemondokan peserta. Panitia menyiapkan sebanyak 35 rumah warga untuk menampung kafilah dari 23 kecamatan di Kabupaten Pidie.

"Pemondokan sudah final dan siap ditempati oleh kafilah dari 23 kecamatan. Kita ingin para peserta merasa nyaman seperti berada di rumah sendiri," ujar Fazli, Rabu (4/11/2026).

Pemanfaatan rumah warga tersebut sekaligus menjadi upaya panitia menghadirkan suasana kekeluargaan serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat tuan rumah.

MTQ XXXVIII Pidie tahun ini akan diikuti 770 peserta dan didampingi 138 ofisial dari 23 kecamatan. Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang perlombaan, yakni Tilawah, Qira’ah Sab’ah, Fahmil Qur’an, Khattil Qur’an, Tafsir, Syarhil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), dan Tahfiz Al-Qur’an.

Dari sisi arena, panitia telah menyiapkan empat lokasi perlombaan. Mimbar utama dipusatkan di Lapangan Mutiara untuk pembukaan, penutupan, dan cabang Tilawah.

Sementara Mimbar I berlokasi di Masjid Al Huda Blang Malu untuk cabang Qira’ah Sab’ah dan Tahfiz Al-Qur’an. Mimbar II di SMA Mutiara digunakan untuk Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an, sedangkan Mimbar III di SD Mutiara diperuntukkan bagi Khattil Qur’an, Tafsir, dan KTIQ.

Seluruh arena tersebut kini hampir rampung dan dijadwalkan menjalani uji coba guna memastikan kesiapan teknis sebelum kegiatan dimulai.

Fazli mengungkapkan, progres persiapan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada pada kisaran 60 persen.

"Kita optimistis seluruh kebutuhan kegiatan dapat diselesaikan sebelum pembukaan pada Sabtu, 7 November 2026. Selain arena dan pemondokan, aspek pengamanan serta kelancaran lalu lintas juga menjadi perhatian utama," katanya.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan aman dan tertib, tim gabungan yang terdiri dari Polres Pidie, Kodim 0102/Pidie, Satpol PP dan WH, Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Pidie, serta unsur kecamatan, Polsek dan Koramil Mutiara Timur telah melakukan survei lapangan.

Peninjauan yang berlangsung Selasa (3/11/2026) tersebut menyasar Mimbar Utama Lapangan Mutiara dan Mimbar I Masjid Al Huda Blang Malu.

Fokus pemeriksaan meliputi pengaturan arus lalu lintas, kesiapan posko pengamanan, lokasi parkir, serta penempatan personel untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung, khususnya saat Pawai Ta’aruf dan malam pembukaan.

Selain kesiapan lapangan, panitia juga telah menggelar rapat koordinasi teknis bersama para Ketua LPTQ, ofisial, dan perwakilan kecamatan di Oproom Setdakab Pidie.

Rapat tersebut membahas tata tertib perlombaan, atribut peserta, mekanisme penilaian, serta berbagai ketentuan teknis agar seluruh cabang lomba berlangsung tertib, objektif, dan menjunjung tinggi sportivitas.

MTQ XXXVIII Pidie tidak hanya diarahkan menjadi ajang perlombaan untuk mencari peserta terbaik, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Kegiatan itu turut diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Mutiara Timur. Keterlibatan pemilik rumah sebagai pemondokan dan penyedia konsumsi, pemberian ruang bagi pelaku UMKM, serta penyelenggaraan pasar malam menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian lokal.

Dengan mengusung tema "Al-Qur'an Meusyuhu di Tanah Pedir Mulia, Bersama Al-Qur'an Istiqamah dengan One Day One Ayat", MTQ XXXVIII Pidie diharapkan mampu menghadirkan semangat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Kini, Kecamatan Mutiara Timur terus berbenah menyambut kedatangan ratusan peserta dan ofisial dari seluruh kecamatan. Dengan persiapan yang semakin matang, masyarakat berharap MTQ XXXVIII Pidie 2026 dapat berlangsung sukses, aman, meriah, serta meninggalkan manfaat bagi syiar Islam dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. [*]


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jelang MTQ XXXVIII Pidie, Persiapan di Mutiara Timur Capai 90 Persen, Sekda Turun Pantau Langsung

Terkini

Iklan Parlemen