Foto: dok. Istimewa
ACEH TENGAH – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak cukup hanya mengandalkan aparat kepolisian. Kepedulian terhadap lingkungan, pengawasan keluarga, serta kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.
Pesan tersebut disampaikan Wakapolres Aceh Tengah Kompol Samsir, S.H., saat melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) bersama masyarakat di Masjid Raudhatul Jannah, Kampung Blang Kolak I, Kecamatan Bebesen, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan mewakili Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo, S.H., S.I.K., M.H., sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan keagamaan.
Dalam sambutannya, Kompol Samsir menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di Kabupaten Aceh Tengah hingga kini relatif kondusif. Kondisi tersebut merupakan hasil kerja sama dan sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat.
Namun, ia mengingatkan bahwa keamanan bukan semata-mata tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat, dimulai dari lingkungan tempat tinggal dan keluarga masing-masing.
Wakapolres juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada perangkat kampung maupun kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan, khususnya yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba atau tindakan lain yang berpotensi mengganggu ketenteraman warga.
Selain persoalan keamanan lingkungan, perhatian terhadap keluarga juga menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut.
Kompol Samsir mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam penggunaan telepon genggam dan media sosial. Perkembangan teknologi harus diarahkan untuk kegiatan positif, bukan justru menjadi pintu masuk bagi pergaulan negatif, penyebaran berita bohong (hoaks), fitnah, maupun informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Ia mengajak keluarga untuk membangun komunikasi yang baik, memberikan pendidikan dan perhatian kepada anak, serta menanamkan nilai-nilai moral sejak dini.
Di sisi lain, masyarakat juga diajak memperkuat keimanan melalui ibadah, salat berjamaah, bersedekah, membaca Al-Qur'an, dan saling mengingatkan dalam kebaikan sebagaimana pesan dalam Surah Al-Maidah ayat 35.
Program Suling yang mengusung semangat Polisi Bersama Masyarakat dan sejalan dengan program Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., tersebut juga menjadi wadah komunikasi langsung antara kepolisian dan warga untuk menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo melalui Kasi Humas AKP Rasimin mengatakan, kegiatan Subuh Keliling merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dengan mengedepankan pendekatan keagamaan, silaturahmi, dan komunikasi langsung.
"Kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, sekaligus mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga lingkungan, keluarga, dan kamtibmas. Keamanan dan ketertiban akan terpelihara dengan baik apabila tumbuh kepedulian serta kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Tengah, Rektor IAIN Takengon, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah, Ketua DMI Aceh Tengah, para pejabat utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bebesen, personel Polres dan Polsek Bebesen, serta masyarakat setempat.
Melalui kegiatan Suling, Polres Aceh Tengah berharap hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin erat. Dengan kepedulian bersama, penguatan ketahanan keluarga, dan kesadaran menjaga lingkungan, situasi keamanan yang aman, harmonis, dan kondusif di Aceh Tengah dapat terus dipertahankan. [*]
Editor : Redaksi