LENSAMERAHPUTIH.COM | JAKARTA, 9 April 2026 – Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, menegaskan bahwa menjaga toleransi bukan sekadar imbauan moral, melainkan kewajiban kolektif seluruh elemen bangsa demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal tersebut disampaikan menyikapi pentingnya penguatan nilai-nilai persatuan sebagaimana tercermin dalam pesan publik “Langkah Kecil, Dampak Besar: Jaga Toleransi Untuk Persatuan Negeri”.
Menurut H. Dian Surahman, toleransi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, bukan hanya menjadi slogan atau narasi seremonial.
“Toleransi adalah fondasi utama persatuan. Tanpa toleransi, perbedaan akan mudah berubah menjadi konflik. Karena itu, setiap individu harus mengambil peran aktif dalam menjaga harmoni sosial,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan kunci utama dalam memperkuat ketahanan sosial bangsa.
FRIC mendorong masyarakat untuk:
- Mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat
- Menghormati perbedaan tanpa merasa kelompoknya paling benar atau superior
- Meningkatkan kepedulian sosial serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar
H. Dian Surahman juga mengingatkan bahwa di era digital saat ini, ancaman terhadap persatuan tidak hanya datang dari konflik fisik, tetapi juga dari penyebaran ujaran kebencian, disinformasi, dan polarisasi di ruang publik.
“Jangan biarkan ruang digital menjadi sumber perpecahan. Gunakan media sosial sebagai sarana memperkuat persaudaraan, bukan memecah belah bangsa,” ujarnya.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, FRIC menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan aparat penegak hukum, pemerintah, dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat nilai kebhinekaan.
Rilisan ini menjadi penegasan bahwa menjaga toleransi adalah tanggung jawab bersama, dan langkah kecil dari setiap individu akan berdampak besar bagi keutuhan dan masa depan Indonesia.