Iklan Parlemen

terkini

Usai Hadiri Pelantikan 12 Pejabat Eselon II, Dandim Turun Langsung Tinjau Banjir Susulan di Pidie Jaya

Kamis, 09 April 2026, 22.08 WIB Last Updated 2026-04-09T15:08:49Z

Pidie Jaya – Di tengah padatnya agenda pemerintahan, kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Abdul Hadi. Usai menghadiri prosesi pelantikan 12 pejabat eselon II di Kabupaten Pidie Jaya, Dandim 0102/Pidie tersebut langsung turun ke lapangan meninjau banjir susulan yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, Rabu (08/04/2026) malam.

Banjir dilaporkan terjadi saat prosesi pelantikan masih berlangsung. Informasi awal diterima dari jajaran Danramil dan Babinsa yang sejak sore telah memantau perkembangan situasi di sejumlah desa terdampak.

“Di saat pelantikan berlangsung, kami menerima laporan adanya banjir dari Danramil 19/Meureudu dan Danramil 28/Meurah Dua, serta Babinsa yang terus memantau kondisi desa-desa terdampak,” ujar Dandim Pidie

Berdasarkan laporan Danramil dan Babinsa yang memantau di lapangan, banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Pidie Jaya sejak sore hingga malam hari. Kondisi ini diperparah oleh pendangkalan aliran sungai pasca banjir beberapa bulan lalu, sehingga debit air tidak mampu tertampung secara maksimal.

Akibatnya, air meluap dan merendam permukiman warga. Meski demikian, genangan tidak berlangsung lama karena hujan mulai reda dan air berangsur surut pada malam hari.

“Ini merupakan kombinasi antara curah hujan tinggi dan kondisi sungai yang belum sepenuhnya pulih. Namun, syukurnya air relatif cepat surut,” jelasnya.

Merespons situasi tersebut, Dandim langsung mengerahkan personel TNI ke sejumlah titik rawan. Mereka disiagakan dengan perlengkapan seperti perahu karet guna mengantisipasi evakuasi warga apabila diperlukan.

Selain itu, personel juga membantu mengatur lalu lintas, membersihkan material sisa banjir, serta memantau ketinggian debit air secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Langkah cepat ini mendapat respons positif dari masyarakat. Meski demikian, warga berharap adanya solusi jangka panjang, terutama normalisasi sungai, agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Data sementara mencatat sedikitnya 13 desa terdampak akibat meluapnya Krueng Meureudu.Di Kecamatan Meurah Dua, desa yang terdampak meliputi, desa Pante Beurne,Dayah Husen, Meunasah Mancang, 
Meunasah Raya,Meunasah Bie
Beuringin, Geunteng

Sementara di Kecamatan Meureudu, banjir merendam:
Meunasah Lhok,Beurawang, Mayang Cut, Meunasah Krueng, Manyang Lancok, Masjid Tuha

Meski kondisi mamembaik, peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya penanganan jangka panjang terhadap infrastruktur sungai dan sistem drainase di wilayah Pidie Jaya. Tanpa upaya normalisasi dan mitigasi yang berkelanjutan, banjir berpotensi terus berulang setiap musim hujan.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Usai Hadiri Pelantikan 12 Pejabat Eselon II, Dandim Turun Langsung Tinjau Banjir Susulan di Pidie Jaya

Terkini

Iklan Parlemen