PIDIE - Upaya menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat terus dilakukan aparat teritorial. Salah satunya melalui pemantauan langsung harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) di pasar tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Serda Amri, Babinsa dari Koramil 03/Delima yang berada di bawah naungan Kodim 0102/Pidie, saat melakukan pengecekan di Pasar Desa Mesjid Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Sabtu (16/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa berkeliling pasar dan berdialog langsung dengan para pedagang untuk memperoleh gambaran riil mengenai harga serta ketersediaan komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.
Menurut Serda Amri, pemantauan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI AD terhadap kondisi ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Kami ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar. Jika ada lonjakan harga atau kelangkaan, informasi ini bisa segera diteruskan kepada pihak terkait,” ujarnya.
Sejumlah pedagang menyambut baik kehadiran Babinsa di pasar. Mereka menilai, komunikasi langsung seperti ini memberi ruang bagi pedagang untuk menyampaikan kondisi yang dihadapi, mulai dari pasokan barang hingga dinamika harga dari distributor.
Salah seorang pedagang sembako mengungkapkan bahwa kehadiran Babinsa membuat pedagang merasa diperhatikan. “Kami bisa menyampaikan langsung kondisi di lapangan. Kadang harga naik dari agen, bukan karena kami ingin menaikkan harga,” katanya.
Dari hasil pemantauan, secara umum ketersediaan sembako di pasar tersebut terpantau aman dan aktivitas jual beli berjalan normal. Namun, beberapa komoditas tercatat mengalami fluktuasi harga yang dipengaruhi faktor distribusi dan pasokan.
Kegiatan monitoring ini juga menjadi sarana komunikasi sosial (komsos) antara Babinsa dengan masyarakat pasar, memperkuat hubungan kemitraan serta menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan publik.
Melalui langkah ini, diharapkan informasi kondisi pasar di tingkat desa dapat terpantau secara berkelanjutan, sehingga stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga dan potensi persoalan dapat diantisipasi sejak dini melalui koordinasi lintas pihak terkait.