Iklan Parlemen

terkini

Bertahun-tahun Tinggal di “Istana Gubuk Bambu”, Warga Panimbangjaya Diduga Belum Pernah Tersentuh Bansos

Kamis, 21 Mei 2026, 15.18 WIB Last Updated 2026-05-21T08:18:32Z

Pandeglang, Banten | 21 Mei 2026 — Kemiskinan ekstrem masih membayangi sebagian masyarakat di Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Di tengah berbagai program bantuan sosial pemerintah, seorang warga lanjut usia dilaporkan bertahun-tahun hidup di gubuk bambu sederhana yang jauh dari kata layak huni.

Warga berinisial KR (63), buruh harian lepas asal Kampung Soge Timur RT 004/RW 010, Desa Panimbangjaya, mengaku hingga kini belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Sehari-hari, KR tinggal seorang diri di sebuah gubuk bambu beratap daun rumbia di kawasan terpencil wilayah Panimbangjaya. Kondisi tempat tinggalnya memprihatinkan. Bangunan tersebut tidak memiliki dinding permanen dan hanya menggunakan bambu serta terpal seadanya sebagai pelindung dari panas dan hujan.

“Sudah lama saya tinggal di sini. Kalau hujan bocor, kalau panas gerah. Saya kerja serabutan, kalau ada ya makan, kalau tidak ada ya tahan. Sampai sekarang belum pernah dapat bansos dari pemerintah,” ujar KR saat ditemui tim lapangan GWI, Rabu (21/5/2026).

KR diketahui hidup sendiri dengan status cerai hidup. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.

Kondisi yang dialami KR memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial di tingkat desa maupun kecamatan. Padahal, pemerintah pusat terus mendorong percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pembaruan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) secara berkala.

Seorang aktivis Gerakan Wartawan Indonesia (GWI) Pandeglang menilai, kasus tersebut menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap proses verifikasi dan validasi data masyarakat miskin di lapangan.

“Warga yang nyata-nyata tinggal di gubuk bambu dan tidak memiliki penghasilan tetap saja belum masuk DTKS. Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai bantuan hanya berputar pada orang-orang yang sama,” ujarnya.

Tim Investigasi GWI mendesak Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang bersama Pemerintah Kecamatan Panimbang untuk segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi serta memastikan warga yang layak menerima bantuan dapat segera diusulkan masuk DTKS.

Selain itu, pemerintah desa juga diminta lebih aktif melakukan pendataan dan verifikasi warga kurang mampu agar penyaluran bantuan sosial berjalan transparan dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Desa Panimbangjaya maupun Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab kepada Pemerintah Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang, dan Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang sesuai ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. [Red]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bertahun-tahun Tinggal di “Istana Gubuk Bambu”, Warga Panimbangjaya Diduga Belum Pernah Tersentuh Bansos

Terkini

Iklan Parlemen