Iklan Parlemen

terkini

Empat Jembatan Perintis Bantuan Presiden di Pidie dan Pidie Jaya Dikebut untuk Menghubungkan Kehidupan Warga

Senin, 22 Juni 2026, 14.49 WIB Last Updated 2026-06-22T07:49:07Z

Pidie,– Di tengah semangat pemulihan pasca banjir yang sempat memutus akses dan aktivitas masyarakat, pembangunan empat jembatan perintis bantuan Presiden Republik Indonesia di wilayah Kodim 0102/Pidie terus dikebut. Kehadiran jembatan-jembatan tersebut tidak hanya menjadi solusi atas keterisolasian sejumlah desa, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi ribuan warga yang selama ini harus berjuang menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Empat jembatan yang dibangun di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya itu menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab kesulitan masyarakat, khususnya wilayah yang terdampak banjir dan mengalami kerusakan infrastruktur.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan pembangunan jembatan perintis merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, yakni akses yang aman, cepat, dan layak untuk beraktivitas.

 "Jembatan ini bukan sekadar konstruksi yang menghubungkan dua sisi sungai atau dua desa. Lebih dari itu, jembatan ini menghubungkan harapan masyarakat untuk hidup lebih baik. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam mengatasi kesulitan rakyat, terutama di wilayah yang terdampak banjir beberapa waktu lalu," tegas Letkol Inf Abdul Hadi. Senin (22/06/2026) 

Menurut Dandim 0102/Pidie, 
Sejatinya, jembatan bukan hanya tentang membangun infrastruktur. Jembatan adalah tentang menghubungkan kehidupan. 

"Akses yang selama ini terputus atau harus ditempuh melalui jalur memutar telah menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan,hingga hubungan sosial antarwarga. Karena itu, pembangunan jembatan menjadi kebutuhan mendesak yang manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat" Jelasnya

Pembangunan Jembatan Perintis Desa Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya yang menghubungkan Desa Blang Dalam dengan Desa Pantang Cot Baloi, Kecamatan Ulim, menjadi proyek dengan progres tertinggi, yakni mencapai 76,50 persen.

Jembatan sepanjang 60 meter, lebar 1,2 meter dan tinggi 5 meter tersebut saat ini memasuki tahap pengecatan tiang, tembok dan papan lantai jembatan.

Sementara itu, Jembatan Perintis Desa Pante Beureueh, Kecamatan Mutiara Barat, Kabupaten Pidie yang menghubungkan Desa Pante Beureueh dengan Desa Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur, telah mencapai progres 73 persen. Saat ini pekerjaan difokuskan pada pemasangan besi penguat untuk memperkokoh struktur jembatan.

Di Desa Leubue, Kecamatan Pidie, pembangunan jembatan sepanjang 40 meter dengan tinggi 10 meter telah mencapai progres 63 persen. Pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pengecatan tiang dan tembok utama jembatan.

Sedangkan pembangunan Jembatan Perintis Desa Benteng, Kecamatan Kota Sigli, yang akan menghubungkan Desa Benteng dengan Desa Pante Teungoh, saat ini masih berada pada tahap awal dengan progres 15,25 persen. Pekerjaan difokuskan pada pengecoran batu pondasi sebagai fondasi utama konstruksi.

Merah Putih yang Berdiri di Tengah Harapan Masyarakat

Di setiap jembatan yang dibangun, warna merah putih mulai tampak menghiasi tiang dan tembok konstruksi. Bagi sebagian orang, warna itu mungkin hanya bagian dari pengecatan. Namun bagi masyarakat yang selama ini merasakan sulitnya akses transportasi, merah putih tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Komandan Satgas Pembangunan Jembatan Kodim 0102/Pidie, Kapten Czi Abdul Haris, mengatakan nuansa merah putih sengaja dihadirkan sebagai simbol semangat kebangsaan sekaligus penanda bahwa negara hadir hingga ke pelosok desa.

"Warna merah putih ini menjadi simbol bahwa negara tidak tinggal diam ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Jembatan yang dibangun bukan hanya sarana fisik, tetapi juga penguat semangat kebersamaan, gotong royong, dan optimisme masyarakat untuk bangkit dan berkembang," ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh pembangunan dilaksanakan oleh teknisi khusus bersama personel Kodim 0102/Pidie, personel Yonif TP 857/GG, serta dukungan masyarakat setempat yang setiap hari turut membantu proses pekerjaan.

Bagi masyarakat, manfaat jembatan ini jauh melampaui fungsi sebagai sarana penyeberangan.

Juliana, warga Gampong Benteng, mengaku pembangunan jembatan yang menghubungkan desanya dengan Desa Pante Teungoh menjadi kabar yang telah lama dinantikan warga.

Selama ini, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih jauh untuk mencapai pusat perdagangan di Kabupaten Pidie.

"Kalau jembatan ini selesai, kami tidak perlu memutar jauh lagi untuk ke pasar. Pante Teungoh adalah pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tempat pasar ikan, sembako, dan kebutuhan sehari-hari. Jembatan ini akan sangat membantu kehidupan kami," tuturnya.

Harapan serupa disampaikan Ridwan, seorang pedagang ikan dan sayur yang setiap hari menggantungkan penghasilannya pada kelancaran akses distribusi barang.

Menurutnya, jembatan tersebut akan menjadi urat nadi baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dan pedagang lokal.

 "Nelayan nantinya lebih mudah membawa hasil tangkapan ke pasar. Pedagang ikan dan sayuran juga memiliki akses yang lebih cepat dan efisien. Ini bukan hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga membantu meningkatkan penghasilan masyarakat," haranya.

Keberadaan empat jembatan perintis tersebut diyakini akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi desa, memperlancar akses pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat hubungan sosial antarwilayah yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis.

Di balik rangka baja, pondasi beton, dan cat merah putih yang mulai menghiasi konstruksi, tersimpan harapan besar masyarakat akan masa depan yang lebih mudah dijangkau.

Saat keempat jembatan itu rampung nantinya, yang terhubung bukan hanya dua tepi sungai atau dua desa semata. Yang terhubung adalah aktivitas ekonomi warga, akses pendidikan anak-anak, layanan kesehatan masyarakat, dan harapan ribuan keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Empat Jembatan Perintis Bantuan Presiden di Pidie dan Pidie Jaya Dikebut untuk Menghubungkan Kehidupan Warga

Terkini

Iklan Parlemen