PIDIE JAYA – Di tengah meningkatnya kebutuhan keluarga menjelang tahun ajaran baru, secercah harapan hadir bagi delapan anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Pidie Jaya. Berkat kolaborasi antara anggota kepolisian, tenaga medis, dan relawan, mereka dapat mengikuti program khitan gratis yang digelar di ruang Poli Bedah RSUD Pidie Jaya, Senin (6/7/2026).
Kegiatan bakti sosial tersebut diprakarsai oleh Aipda Jonni Rahmad, Kasium Polsek Panteraja Polres Pidie Jaya, bersama dr. Andrea Saputra, Sp.B., serta Relawan Bedah Chandra Winata. Program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat, khususnya keluarga yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Bagi para orang tua, bantuan itu bukan hanya layanan kesehatan, tetapi juga menjadi solusi untuk meringankan beban biaya khitan yang kerap harus ditunda karena kebutuhan sekolah dan kebutuhan pokok yang lebih mendesak. Suasana haru dan bahagia tampak dari wajah para orang tua dan anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.
Aipda Jonni Rahmad mengatakan, bakti sosial ini merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat melalui aksi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya.
"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat. Kehadiran Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan," ujarnya.
Sementara itu, dr. Andrea Saputra menjelaskan bahwa khitan merupakan tindakan medis yang penting bagi kesehatan anak. Menurutnya, sinergi antara tenaga kesehatan, aparat kepolisian, dan relawan menjadi langkah positif dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
"Seluruh proses khitan dilakukan sesuai standar medis dengan mengutamakan keamanan dan kenyamanan anak-anak, sehingga mereka dapat menjalani tindakan dengan baik," jelasnya.
Program sosial tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Di saat banyak keluarga berjuang memenuhi kebutuhan pendidikan anak, kepedulian dari berbagai pihak mampu menghadirkan harapan sekaligus meringankan beban mereka.
Kolaborasi antara polisi, tenaga medis, dan relawan ini diharapkan dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari aksi kemanusiaan yang sederhana namun berdampak besar. [Red]