Pidie — Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa terus dilakukan melalui pendampingan kepada petani. Salah satunya dilakukan Babinsa Koramil 26/Grong-Grong, Koptu Hendi, yang turun langsung mendampingi petani dalam kegiatan perawatan tanaman cabai di Desa Mesjid Beureuleung, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie, Senin (17/08/2026).
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari kegiatan ketahanan pangan yang dilaksanakan di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa di tengah petani tidak hanya dimaksudkan untuk membantu pekerjaan di lahan, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi sekaligus mendorong petani agar terus menjaga produktivitas pertanian.
Dalam kegiatan itu, Koptu Hendi bersama Muhidin, salah seorang petani cabai setempat, melakukan perawatan tanaman dengan memperhatikan kondisi tanaman dan kebersihan area lahan. Perawatan secara rutin dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan tanaman serta mendukung hasil panen yang optimal.
Muhidin menyambut baik kehadiran dan pendampingan Babinsa. Menurutnya, perhatian serta komunikasi yang terjalin dengan Babinsa memberikan motivasi tersendiri bagi petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian, khususnya budidaya cabai.
Pendampingan tersebut juga mencerminkan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian. Petani tetap menjadi pelaku utama dalam pengelolaan lahan dan produksi pangan, sementara Babinsa berperan memberikan pendampingan serta membangun koordinasi sesuai kapasitasnya di wilayah.
Budidaya cabai memiliki nilai strategis bagi ketahanan pangan masyarakat karena selain menjadi salah satu komoditas kebutuhan sehari-hari, keberhasilan produksi di tingkat lokal dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani.
Namun, keberhasilan budidaya cabai tetap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca, kualitas lahan, ketersediaan air, serangan hama dan penyakit, hingga fluktuasi harga saat panen. Karena itu, perawatan tanaman secara berkelanjutan dan penerapan teknik budidaya yang tepat menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas.
Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan petani dan unsur terkait lainnya. Dengan kolaborasi yang baik, pengembangan sektor pertanian di wilayah Grong-Grong diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.
Kehadiran Babinsa di tengah petani juga menjadi wujud komitmen pembinaan wilayah melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Melalui komunikasi dan pendampingan secara langsung, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin kuat serta mampu mendorong semangat warga dalam mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya. []