PIDIE — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Dayah Bustanul Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI), Desa Sukon Tungkop, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, Rabu (19/8/2026) pagi.
Di tengah fajar yang perlahan menyingsing, ratusan santri, ulama, prajurit TNI dan masyarakat berdiri dalam satu saf menunaikan Shalat Subuh berjamaah. Di antara jamaah tampak Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., bersama pimpinan sekaligus pendiri Dayah BUDI, Tgk. H. Ismail yang akrab disapa Ayah Tungkop/Ayah Caleu.
Momen tersebut menjadi bagian dari kegiatan Manunggal Subuh, yang bukan sekadar kegiatan ibadah bersama, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergitas antara TNI, ulama, santri serta masyarakat.
Sebanyak 850 santri dan santriwati mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 450 santri putra dan 400 santri putri. Turut hadir Danramil 05/Indra Jaya Kapten Inf Dian Susilo, para dewan guru, personel Kodim 0102/Pidie serta masyarakat sekitar.
Usai pelaksanaan Shalat Subuh, kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi.
Di hadapan para santri dan jamaah, Dandim mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, menghormati ulama, memperkuat persaudaraan dan menjauhi berbagai tindakan maupun informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Silaturahmi harus terus kita jaga. TNI, ulama, santri dan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam menjaga persatuan dan keamanan di wilayah kita,” pesan Letkol Inf Abdul Hadi.
Menurutnya, menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan, melainkan membutuhkan kepedulian dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Kepada para santri, Dandim berpesan agar ilmu agama yang diperoleh di dayah dapat berjalan seiring dengan pembentukan akhlak, semangat kebangsaan, kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab.
“Santri adalah generasi penerus. Dengan bekal ilmu agama, akhlak dan semangat kebangsaan, para santri akan menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan masa depan bangsa,” ujarnya.
Dandim juga mengingatkan para santri dan jamaah agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, terutama informasi yang berpotensi merusak persaudaraan dan persatuan.
Menurutnya, perbedaan hendaknya disikapi secara bijaksana dan dijadikan kekuatan untuk saling melengkapi, bukan sebagai alasan untuk saling menjauh.
Kehadiran Dandim bersama prajuritnya di Dayah BUDI menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi sosial sekaligus kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sementara itu, Tgk. H. Ismail atau Ayah Tungkop merupakan pendiri sekaligus pimpinan Dayah Bustanul Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI). Bersama para dewan guru, ia terus berperan dalam mendidik dan membina para santri sekaligus memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.
Dayah BUDI tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda agar memiliki akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab dan kepedulian terhadap kehidupan sosial.
Dalam suasana Subuh yang penuh kekhidmatan itu, tidak ada sekat antara prajurit, ulama, santri dan masyarakat. Mereka duduk dan berdiri dalam satu ruang, menyatukan langkah dalam ibadah sekaligus mempererat persaudaraan.
Kegiatan Manunggal Subuh tersebut diharapkan semakin memperkokoh sinergitas TNI, ulama, santri dan masyarakat dalam menjaga persatuan, kerukunan serta keamanan di Kabupaten Pidie.
Dari saf Subuh, silaturahmi diperkuat. Dari dayah, generasi dibentuk. Dan dari kebersamaan TNI, ulama serta santri, persatuan terus dijaga. []
Editor : Wahyu