Banda Aceh — Sebuah video yang memperlihatkan spanduk bernada kritik terhadap Pemerintah Aceh menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial TikTok @tanyoebandaaceh. Video tersebut disebut telah ditonton sekitar 150,1 ribu kali dan memicu beragam respons dari warganet. Selasa (18/8/2026)
Dalam video berdurasi 00:26 detik yang beredar, terlihat sebuah spanduk terpasang di kawasan Flyover Simpang Surabaya Kota Banda Aceh. Spanduk tersebut memuat sejumlah kalimat kritik yang menyasar kepemimpinan Pemerintah Aceh.
Salah satu tulisan yang terlihat pada spanduk berbunyi:
“IRSYADI DAN KRONI-KRONINYA KUASAI PEMERINTAH ACEH, MUALEM BONEKA TGK PETAK OEK, IRSYADI AWAK PEUBLO ACEH.”
Selain menyebut nama “IRSYADI”, isi spanduk juga memuat pernyataan yang bernada sindiran terhadap kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.
Kemunculan spanduk tersebut sontak menarik perhatian masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan Flyover Simpang Surabaya. Foto dan video spanduk kemudian menyebar melalui media sosial hingga menjadi bahan perbincangan warganet.
Namun, hingga berita ini ditulis belum diketahui siapa pihak yang memasang spanduk tersebut, termasuk tujuan maupun latar belakang pemasangannya. Belum ada pula keterangan resmi mengenai identitas “IRSYADI” yang disebut dalam tulisan spanduk tersebut.
Karena itu, isi spanduk tersebut masih sebatas pernyataan yang terpampang di ruang publik dan belum dapat dijadikan sebagai fakta mengenai tudingan yang disampaikan di dalamnya.
Viralnya video tersebut menunjukkan bahwa kritik terhadap pemerintahan masih menjadi perhatian publik. Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak langsung menyimpulkan kebenaran sebuah tudingan sebelum terdapat klarifikasi atau informasi resmi dari pihak terkait.
Redaksi masih berupaya memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pihak yang memasang spanduk serta tanggapan Pemerintah Aceh terkait munculnya spanduk tersebut. []
Editor : Redaksi