Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., meletakkan batu pertama pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Rabu (12/8/2026). Foto/dok. Lensamerahputih.com
PIDIE JAYA – Harapan baru kembali menyala bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya. Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., meletakkan batu pertama pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Rabu (12/8/2026).
Peletakan batu pertama tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa, guru, dan masyarakat setempat setelah madrasah tersebut sebelumnya hanyut dan nyaris tak berbekas akibat diterjang banjir bandang pada 26 November 2025.
Perhatian Menag terhadap anak-anak terdampak bencana. Foto/dok. Lensamerahputih.com, Rabu (12/8/2026)
Kunjungan kerja Menteri Agama ke Pidie Jaya tidak sekadar menjadi agenda pembangunan fisik. Kehadiran orang nomor satu di Kementerian Agama itu sekaligus membawa pesan tentang bangkitnya kembali semangat pendidikan bagi anak-anak di wilayah yang pernah dilanda bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama menerima penyerahan surat hibah tanah sebagai bagian dari proses pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya. Selain itu, turut diserahkan bantuan pembangunan dan school kit bagi kebutuhan pendidikan para siswa.
Perhatian terhadap anak-anak terdampak bencana juga diwujudkan melalui pemberian santunan kepada delapan siswa yatim.
Usai rangkaian penyerahan bantuan, Menteri Agama secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di sekitar lokasi madrasah.
Pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya mendapat dukungan anggaran sebesar Rp12,364 miliar yang dialokasikan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dengan dukungan tersebut, pembangunan madrasah diharapkan tidak hanya mengembalikan sarana pendidikan yang hilang akibat bencana, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak dan aman bagi generasi muda Pidie Jaya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., Kakanwil Kemenag Aceh Drs. H. Azhari, M.Si., Ketua MPU Aceh Tgk. H. M. Faisal Ali, Sekda Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH., serta unsur Forkopimda dan jajaran terkait.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan Menteri Agama meninggalkan Kabupaten Pidie Jaya menuju Kabupaten Bireuen sekitar pukul 17.50 WIB.
Kunjungan tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Namun lebih dari sekadar seremoni, peletakan batu pertama itu menjadi simbol dimulainya babak baru bagi MIN 5 Pidie Jaya—dari madrasah yang pernah hilang diterjang bencana menuju pusat pendidikan yang diharapkan kembali menjadi tempat tumbuh dan belajar bagi anak-anak Seunong dan sekitarnya. []
Editor : Wahyu