PIDIE — Semangat kemerdekaan tidak hanya berkobar di lapangan upacara. Dari perut bumi Goa Limeng, Gampong Kule, Kabupaten Pidie, Merah Putih berkibar sebagai simbol bahwa cinta tanah air dapat tumbuh dan menyala di mana saja.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Mapala CEMPAGA bersama Relawan Gesit Pidie menggelar kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih di kawasan Goa Limeng, 16–17 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat petualangan. Menembus kawasan alam Goa Limeng, para peserta membawa pesan sederhana namun kuat: kemerdekaan harus terus dirawat, semangat nasionalisme harus tetap hidup, dan alam sebagai bagian dari kekayaan bangsa wajib dijaga.
Pengibaran Sang Saka di dalam kawasan Goa Limeng menjadi pemandangan yang sarat makna. Di tengah gelapnya perut bumi, warna Merah Putih justru hadir membawa pesan tentang cahaya perjuangan yang tidak boleh padam.
Ketua Umum Mapala CEMPAGA, Nailul Azmi, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni memperingati hari kemerdekaan, melainkan bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus upaya menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda.
“Bagi kami, pengibaran Merah Putih di Goa Limeng adalah bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat nasionalisme generasi muda tetap hidup dan terus dijaga,” ujar Nailul Azmi.
Menurutnya, kegiatan di alam terbuka juga menjadi kesempatan untuk memperkuat solidaritas antarpeserta sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab generasi penerus bangsa.
Senada dengan itu, Ketua Relawan Gesit Pidie, Novita Silviana, menyebut kolaborasi tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Pengibaran Merah Putih ini menjadi simbol bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian harus terus kita hidupkan,” kata Novita.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk mengambil peran dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, lingkungan maupun berbagai aktivitas positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mengusung semangat “Merah Putih Tak Pernah Padam, Dari Perut Bumi, untuk Indonesia”, kegiatan ini menjadi pesan bahwa nasionalisme tidak mengenal batas tempat.
Dari lapangan hingga pelosok, dari puncak gunung hingga perut bumi, Merah Putih tetap memiliki makna yang sama: persatuan, perjuangan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Kolaborasi Mapala CEMPAGA dan Relawan Gesit Pidie pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial HUT RI. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat gerakan bersama dalam menjaga alam, membantu sesama dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Dari perut bumi Goa Limeng, Merah Putih berkibar. Pesannya jelas: selama masih ada generasi yang peduli, semangat kemerdekaan tak akan pernah padam. []
Editor : Wahyu