ACEH TIMUR – Sebuah kepedulian sederhana membawa perubahan berarti bagi Zubaidah (46), warga Desa Matang Rayeuk, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur.
Perempuan yang sehari-hari tinggal bersama seorang anaknya itu kini tak lagi harus menjalani malam dalam gelap. Rumah papan sederhana yang selama ini belum dialiri listrik telah mendapat sambungan listrik berkat bantuan pribadi Camat Simpang Ulim, Muhammad Yusuf, SE.
Bantuan tersebut diberikan setelah Muhammad Yusuf mengetahui kondisi Zubaidah yang tinggal dalam keterbatasan ekonomi bersama anaknya. Ia kemudian mengambil inisiatif membantu biaya pemasangan instalasi dan meteran listrik menggunakan dana pribadinya.
Pantauan media pada Rabu (16/9/2026), meteran listrik telah terpasang di dinding rumah Zubaidah. Rumah sederhana berwarna putih dengan pintu merah itu kini sudah diterangi lampu ketika malam tiba.
Bagi Zubaidah, keberadaan listrik bukan sekadar membuat rumah menjadi terang. Cahaya tersebut juga memberikan kemudahan bagi anaknya untuk belajar pada malam hari dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
“Alhamdulillah, ini bentuk kepedulian kecil kita kepada Ibu Zubaidah bersama satu orang anaknya. Kita bantu semampu kita agar mereka bisa hidup lebih layak. Anak juga bisa belajar malam karena sudah ada listrik,” kata Muhammad Yusuf.
Ia berharap bantuan sederhana tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga Zubaidah, terutama dalam menunjang kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anak.
Bantuan itu pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kepedulian seorang pejabat di tingkat kecamatan terhadap kondisi warga dinilai menjadi bentuk perhatian yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Sementara itu, Zubaidah menyampaikan rasa terima kasih kepada Camat Simpang Ulim atas bantuan yang diberikan.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Camat Simpang Ulim yang telah membantu kami memasang meteran listrik. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak Camat,” ujar Zubaidah.
Rasa haru terpancar dari wajah Zubaidah ketika melihat rumahnya kini telah diterangi listrik.
Bagi keluarga kecil tersebut, nyala lampu di rumah itu menjadi lebih dari sekadar cahaya. Ia menghadirkan kenyamanan sekaligus harapan baru agar hari-hari mereka ke depan dapat dijalani dengan lebih baik. []
Editor : Redaksi