Iklan Parlemen

terkini

DOOH Siapkan Rp2 Triliun Akuisisi 29,88% Saham INET, Rights Issue Bisa Picu Dilusi hingga 95%

Jumat, 02 Oktober 2026, 21.39 WIB Last Updated 2026-10-02T14:39:19Z
dok. Istimewa


JAKARTA – PT Era Media Sejahtera Tbk ($DOOH) menyiapkan langkah transformasi bisnis berskala besar dengan rencana mengakuisisi 29,88% saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk ($INET) senilai sekitar Rp2 triliun.

Aksi korporasi tersebut akan dilakukan melalui anak usaha DOOH, PT Cakrawala Nexus Investama, dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara. Harga yang disiapkan mencapai Rp300 per saham.

Akuisisi tersebut menjadi bagian dari rencana DOOH membangun ekosistem dan infrastruktur berbasis artificial intelligence (AI). Ekosistem yang disiapkan mencakup data center AI, jaringan internet berkecepatan tinggi, fiber optic, submarine cable hingga energi hijau melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Untuk mendanai aksi korporasi itu, PT Sinergi Internasional Investama selaku pengendali DOOH memberikan shareholder loan kepada perseroan dengan plafon hingga Rp5 triliun.

Pinjaman tersebut memiliki bunga 7,5% per tahun dengan tenor 10 tahun. Pokok pinjaman, baik sebagian maupun seluruhnya, dapat dikonversikan menjadi saham melalui mekanisme rights issue.

DOOH sendiri berencana menggelar rights issue dengan penerbitan hingga sekitar 154,8 miliar saham baru. Berdasarkan rencana tersebut, potensi dilusi kepemilikan pemegang saham lama dapat mencapai 95,24%.

Perseroan juga berencana menerbitkan waran dalam rangka aksi korporasi tersebut. Namun, harga pelaksanaan maupun rasio rights issue dan waran masih belum diumumkan.

Sisa Dana IPO Ikut Dialihkan

Selain mengandalkan shareholder loan, DOOH berencana mengubah penggunaan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).

Perseroan berencana mengalokasikan sekitar Rp120 miliar sebagai modal kepada PT Cakrawala Nexus Investama. Dana tersebut menjadi bagian dari rencana akuisisi saham INET.

Transformasi bisnis juga akan diikuti perubahan kegiatan usaha. DOOH berencana menambah kegiatan usaha di bidang perusahaan induk atau holding company.

Sementara itu, kegiatan operasional di bidang periklanan akan dialihkan kepada anak usaha, PT Media Sejahtera Selaras.

Seluruh rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 9 November 2026.

Pengendali DOOH Siapkan Tender Wajib

Di tengah rencana ekspansi tersebut, PT Sinergi Internasional Investama juga mengumumkan rencana penawaran tender wajib terhadap saham DOOH yang dimiliki publik.

Tender wajib tersebut mencakup 33,91% saham DOOH dengan harga penawaran Rp148 per saham.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari pengambilalihan 51% saham DOOH oleh PT Sinergi Internasional Investama pada Juli 2026. Saat itu, transaksi dilakukan pada harga Rp50 per saham dengan nilai sekitar Rp197,3 miliar.

Berdasarkan rencana yang diumumkan, periode penawaran tender wajib berlangsung pada 5 Oktober hingga 3 November 2026. Pembayaran kepada pemegang saham yang mengikuti tender dijadwalkan pada 9 November 2026.

Valuasi Akuisisi INET Jadi Sorotan

Dari sisi valuasi, harga Rp300 per saham yang digunakan dalam rencana akuisisi 29,88% saham INET menjadi salah satu poin yang patut dicermati investor.

Jika dibandingkan dengan kinerja INET pada semester I 2026 dan dihitung secara annualized, nilai transaksi tersebut setara dengan sekitar 98 kali price to earnings ratio (P/E).

Namun, jika dibandingkan dengan harga pasar INET pada penutupan perdagangan Kamis (1/10/2026), harga akuisisi Rp300 per saham hanya menunjukkan premium sekitar 14%.

Perbedaan perspektif tersebut membuat valuasi transaksi perlu dilihat dari dua sisi, yakni kinerja fundamental saat ini dan harga pasar pada saat transaksi.

Dua Faktor yang Perlu Dicermati Investor

Ke depan, terdapat sejumlah informasi penting yang masih menunggu kepastian.

Pertama, besaran rights issue DOOH, terutama harga pelaksanaan dan jumlah saham baru yang akan diterbitkan.

RUPSLB disebut akan meminta persetujuan pencairan pinjaman hingga Rp2 triliun untuk mendukung akuisisi INET. Namun, plafon shareholder loan dari pengendali mencapai Rp5 triliun.

Dengan demikian, besaran rights issue berpotensi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan akuisisi INET, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kebutuhan pendanaan ekspansi DOOH berikutnya.

Kedua, harga konversi shareholder loan menjadi saham.

Besaran harga konversi tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan jumlah saham baru yang diterbitkan serta tingkat dilusi yang akhirnya ditanggung pemegang saham lama.

Dengan rencana ekspansi ke sektor data center AI, fiber optic, submarine cable, internet berkecepatan tinggi dan energi terbarukan, DOOH kini tengah mengubah arah bisnisnya dari perusahaan yang berfokus pada periklanan menjadi perusahaan holding dengan eksposur terhadap infrastruktur digital dan energi.

Investor masih perlu menunggu detail aksi korporasi tersebut, terutama harga rights issue, jumlah saham baru, rasio dan harga pelaksanaan waran, serta mekanisme konversi shareholder loan menjadi saham. []


Sumber  :  Stockbit
Editor     :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DOOH Siapkan Rp2 Triliun Akuisisi 29,88% Saham INET, Rights Issue Bisa Picu Dilusi hingga 95%

Terkini

Iklan Parlemen