Iklan Parlemen

terkini

Jembatan Perintis Muka Blang–Lhokpuuk Capai Progres 55,35 Persen, Akses Lokasi Terkendala Kondisi Jalan

Kamis, 22 Oktober 2026, 13.56 WIB Last Updated 2026-10-22T06:56:17Z
dok. Istimewa


Pidie Jaya – Pembangunan jembatan perintis yang menghubungkan Desa Muka Blang dan Desa Lhokpuuk, Kecamatan Panteraja, mencapai progres 55,35 persen hingga Rabu (22/10/2026). Pembangunan tersebut berada di wilayah Koramil 18/Tripa, Kodim 0102/Pidie.

Jembatan ini merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia sebagai wujud nyata hadirnya negara dalam mengatasi kesulitan masyarakat di pedesaan, khususnya melalui pembangunan akses infrastruktur yang layak bagi wilayah yang sebelumnya belum terhubung.

Setelah selesai, jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 1,2 meter dan tinggi sekitar 10 meter tersebut diharapkan mampu membuka akses penghubung antardesa, memudahkan mobilitas warga serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan pembangunan diawasi Danramil 18/Tripa Kapten Czi Putut Ariyanto bersama Babinsa Desa Muka Blang dan Desa Lhokpuuk, Sertu Yanmin Tarja. Pekerjaan dilaksanakan tim teknisi khusus pembangunan jembatan dengan dukungan personel Koramil 18/Tripa Kodim 0102/Pidie.

Sejumlah pekerjaan telah selesai, antara lain pemasangan boplang, pengukuran menggunakan tenol dan meteran, pembuatan lubang pondasi tiang jembatan di Titik A dan Titik B, serta pembuatan lubang angkur yang seluruhnya telah mencapai 100 persen.

Pekerjaan lain yang telah rampung meliputi pembuatan mall pondasi tapak dan pondasi penahan sling di Titik A, perakitan besi pondasi cakar ayam, pemasangan batu pondasi dasar, perakitan keranjang penahan sling, pembuatan keranjang tapak angkur, pemasangan mall pondasi penarik sling, dan pemasangan dudukan sling.

Di Titik A, pengecoran pondasi penarik sling, pemasangan angkur tiang dudukan sling, pemasangan mall dudukan sling, pengecoran angkur tiang depan, pengecoran tiang penahan sling, serta plasteran abutment juga telah mencapai 100 persen.

Sementara itu, di Titik B, pemasangan mall pondasi, pengecoran lantai kerja, perakitan besi keranjang belakang, pembuatan mall belakang dudukan sling, pengecoran dudukan sling, dan pengecoran tiang penahan sling telah selesai.

Pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pengecoran atau pemasangan batu kali di Titik B dengan progres 78 persen, pemasangan mall tiang angkur depan Titik B sebesar 95 persen, serta pencetakan tapak bracing depan Titik B sebesar 60 persen.

Pengawas pembangunan Kapten Czi Putut Ariyanto mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi tim di lapangan adalah kondisi jalan menuju lokasi pembangunan yang masih rusak sehingga kendaraan pengangkut material tidak dapat masuk langsung ke titik sasaran.

“Progres pembangunan sampai hari ini secara keseluruhan sudah mencapai 55,35 persen. Pekerjaan terus kita kawal agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai rencana. Namun, salah satu kendala yang cukup terasa adalah kondisi jalan menuju lokasi yang rusak, sehingga kendaraan pembawa material tidak bisa langsung masuk sampai ke titik pembangunan,” ujar Kapten Czi Putut Ariyanto.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses distribusi material membutuhkan tenaga dan waktu tambahan. Material yang telah diturunkan di titik yang dapat dijangkau kendaraan selanjutnya harus dilangsir secara manual menuju lokasi pembangunan menggunakan becak dan gerobak sorong.

“Material terpaksa kami langsir dari titik bongkar menuju lokasi jembatan dengan menggunakan becak dan gerobak sorong. Personel Koramil bersama tim teknisi ikut membantu mengangkut material. Memang membutuhkan tenaga dan waktu lebih, tetapi ini tidak menjadi alasan untuk menghentikan pekerjaan. Kami tetap berupaya agar pembangunan terus berjalan dan progresnya dapat dipertahankan,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan personel Koramil dalam proses pelangsiran material merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap pembangunan infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana jembatan ini nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, meskipun medan dan akses menjadi tantangan, kita tetap bekerja bersama agar pembangunan dapat diselesaikan dengan baik, aman dan sesuai tahapan,” tambahnya.

Hingga saat ini, seluruh rangkaian kegiatan pembangunan dilaporkan berjalan aman dan lancar dengan progres keseluruhan 55,35 persen.

Jembatan perintis tersebut diharapkan menjadi penghubung penting bagi masyarakat Desa Muka Blang dan Desa Lhokpuuk, sekaligus membuka akses yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam mobilitas warga.

Pembangunan ini menjadi gambaran nyata bahwa ketika negara hadir dan seluruh unsur bergerak bersama, keterbatasan akses dan sulitnya medan bukan menjadi penghalang untuk menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. [Wandi]


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jembatan Perintis Muka Blang–Lhokpuuk Capai Progres 55,35 Persen, Akses Lokasi Terkendala Kondisi Jalan

Terkini

Iklan Parlemen