Iklan Parlemen

terkini

Kapolres Aceh Timur Tampung Keluhan Warga soal Narkoba dan Infrastruktur Pascabanjir

Selasa, 20 Oktober 2026, 16.24 WIB Last Updated 2026-10-20T09:24:37Z
Foto: dok. Istimewa


ACEH TIMUR – Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., menyerap langsung aspirasi masyarakat Kecamatan Madat dalam kunjungan perdananya ke wilayah tersebut, Senin (19/10/2026). Dalam dialog bersama warga, persoalan peredaran narkoba hingga kerusakan infrastruktur akibat banjir akhir 2025 menjadi sejumlah isu yang mencuat.

Pertemuan yang berlangsung di Gampong Tanjong Minjei itu mengusung tema “Pererat Silaturahmi, Membangun Sinergi, Mewujudkan Gampong yang Aman dan Damai”. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Madat Zulfikar, para keuchik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pimpinan dayah se-Kecamatan Madat.

Acara diawali dengan prosesi peusijuek atau tepung tawar yang dipimpin Abu Sofyan Suri, Pimpinan Dayah Darul Abrar, Gampong Tanjong Minjei.

Camat Madat Zulfikar mengapresiasi kunjungan Kapolres Aceh Timur yang dinilai membuka ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan kepolisian.

“Kunjungan ini menjadi momentum yang sangat baik, di mana masyarakat dapat langsung menyampaikan uneg-uneg dan berdialog terbuka dengan Bapak Kapolres,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Kapolres Aceh Timur menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Ia menjelaskan bahwa tindak kriminalitas dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari motivasi pelaku, kondisi ekonomi, pemilihan sasaran kejahatan, hingga lemahnya sistem pengamanan dan pengawasan.

Menurutnya, upaya pencegahan kejahatan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Dukungan masyarakat, peran petugas keamanan, serta pemanfaatan teknologi pengawasan juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman.

Salah satu gagasan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut adalah rencana pemasangan 1.000 unit kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) di seluruh gampong di Kabupaten Aceh Timur.

Wacana itu diharapkan dapat mendukung pemantauan situasi keamanan sekaligus membantu proses penanganan tindak pidana. Namun, realisasinya masih memerlukan kejelasan mengenai perencanaan, sumber anggaran, tahapan pemasangan, dan mekanisme pengelolaan.

Dalam sesi dialog terbuka, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Selain keresahan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba, warga juga menyoroti kondisi ekonomi serta kebutuhan perbaikan infrastruktur yang terdampak banjir pada akhir 2025.

Aspirasi tersebut menggambarkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga pemulihan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Persoalan infrastruktur pascabanjir selanjutnya membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi teknis terkait sesuai kewenangan masing-masing. Sementara itu, persoalan narkoba memerlukan pengawasan, pencegahan, serta penegakan hukum yang melibatkan aparat dan partisipasi masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, dan unsur dayah.

Melalui dialog itu, diharapkan berbagai aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dan langkah konkret sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Kunjungan Kapolres Aceh Timur ke Madat pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan sekaligus mendorong perhatian terhadap persoalan sosial dan kebutuhan masyarakat yang masih memerlukan penanganan. [*]


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kapolres Aceh Timur Tampung Keluhan Warga soal Narkoba dan Infrastruktur Pascabanjir

Terkini

Iklan Parlemen