Iklan Parlemen

terkini

Jelang MTQ XXXVIII Pidie, Tim Gabungan Periksa Kesiapan Pengamanan Pawai Ta'aruf dan Pembukaan

Selasa, 03 November 2026, 23.32 WIB Last Updated 2026-11-03T16:32:10Z
Foto: dok. Istimewa


PIDIE – Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXVIII Tingkat Kabupaten Pidie Tahun 2026, tim pengamanan gabungan mulai mematangkan berbagai persiapan di Kecamatan Mutiara Timur. Pengamanan jalur pawai Ta'aruf, rekayasa lalu lintas, lokasi parkir hingga penempatan personel menjadi perhatian utama.

Persiapan tersebut ditandai dengan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi perlombaan, Selasa (3/11/2026), yakni Mimbar Utama di Lapangan Mutiara dan Mimbar I di Masjid Al Huda Blang Malu.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis dan pengamanan siap sebelum MTQ berlangsung pada 7 hingga 13 November 2026.

Kegiatan itu dihadiri Asisten I Setdakab Pidie, Dr. H. Nadhar Putra, M.Si., Koordinator Lapangan (Korlap) MTQ XXXVIII Pidie yang juga Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Pidie, drh. H. Fazli, M.Si., Kasatpol PP dan WH Farizal, A.P., M.AP., Kabag Ops Polres Pidie, Pasie Ops Kodim 0102/Pidie, perwakilan Dinas Perhubungan, Camat Mutiara Timur, unsur Polsek dan Koramil Mutiara Timur, serta jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Pidie.

Korlap MTQ XXXVIII Pidie, drh. H. Fazli, mengatakan peninjauan difokuskan pada dua agenda besar, yakni pawai Ta'aruf dan seremoni pembukaan MTQ.

Menurutnya, kedua agenda tersebut membutuhkan persiapan matang karena akan melibatkan banyak peserta dan masyarakat yang diperkirakan turut menyaksikan kemeriahan kegiatan keagamaan tersebut.

"Persiapan kita titikberatkan pada acara pawai Ta'aruf dan pembukaan MTQ. Kita cek langsung jalur pawai, titik kumpul kafilah, rekayasa lalu lintas, posko pengamanan, area parkir, dan penempatan personel di lapangan," kata Fazli.

Ia menjelaskan, pawai Ta'aruf akan melibatkan kafilah dari 23 kecamatan di Kabupaten Pidie. Oleh karena itu, pengaturan arus kendaraan dan pengamanan sepanjang rute pawai menjadi salah satu prioritas tim gabungan.

"Kita tidak mau ada penumpukan kendaraan dan peserta saat pawai. Dishub, Lantas Polres, Satpol PP dan WH, TNI-Polri, serta pihak kecamatan sudah kita bagi tugasnya. Masing-masing sudah mengetahui titik pengamanan dan area parkirnya," ujarnya.

Selain pawai Ta'aruf, pengamanan juga akan diperketat saat malam pembukaan yang dipusatkan di Mimbar Utama Lapangan Mutiara.

Personel akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk arena, area parkir, jalur kedatangan kafilah hingga sekitar panggung utama. Posko pengamanan juga disiapkan untuk mendukung koordinasi dan respons terhadap situasi di lapangan.

Fazli menegaskan, kesiapan pengamanan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian MTQ berlangsung tertib, aman, dan khidmat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, MTQ XXXVIII Pidie Tahun 2026 akan diikuti 770 peserta dari 23 kecamatan dengan dukungan 138 ofisial. Sebanyak delapan cabang akan diperlombakan, meliputi Tilawah, Qira'ah Sab'ah, Fahmil Qur'an, Khattil Qur'an, Tafsir, Syarhil Qur'an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ), dan Tahfiz Al-Qur'an.

Panitia telah menyiapkan empat lokasi mimbar perlombaan, yakni Mimbar Utama di Lapangan Mutiara, Mimbar I di Masjid Al Huda Blang Malu, Mimbar II di SMA Mutiara, dan Mimbar III di SD Mutiara.

Sementara itu, untuk menunjang kenyamanan para peserta, sebanyak 35 rumah warga di Kecamatan Mutiara Timur telah disiapkan sebagai tempat pemondokan bagi kafilah dari 23 kecamatan.

Terkait perkembangan persiapan, Fazli menyebutkan bahwa progres yang sebelumnya mencapai 60 persen pada 30 Oktober 2026 kini telah meningkat menjadi sekitar 90 persen. Panitia terus mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan menjelang hari pembukaan.

"Kita optimistis seluruh kebutuhan kegiatan rampung sebelum pembukaan pada Sabtu, 7 November 2026. Yang paling penting, selain panggung dan pemondokan, pengamanan dan lalu lintas juga harus siap, supaya MTQ berjalan khidmat, tertib, dan aman," tutup Fazli.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pemerintah Kabupaten Pidie berharap MTQ XXXVIII tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni baca Al-Qur'an, tetapi juga momentum memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah antarkecamatan, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an. [*]


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jelang MTQ XXXVIII Pidie, Tim Gabungan Periksa Kesiapan Pengamanan Pawai Ta'aruf dan Pembukaan

Terkini

Iklan Parlemen