BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, menyoroti serius kasus yang menimpa BT (52), warga Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, yang mengalami putus tangan setelah diduga terlibat kasus pencurian dan diamankan oleh warga.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (13/6/2026) tersebut menjadi perhatian luas masyarakat dan viral di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Zainoel Abidin setelah menjalani operasi akibat luka berat yang dideritanya.
Haji Uma mengaku prihatin atas kejadian yang menyebabkan korban kehilangan salah satu tangannya. Menurutnya, meskipun korban dituduh melakukan pencurian, seluruh fakta dan kronologi kejadian tetap harus dibuktikan melalui proses hukum yang objektif dan profesional.
“Memang miris kelihatannya karena tangan terpotong. Terlibat tuduhan pencurian, namun menurut anaknya, bukti tuduhan itu belum didapatkan secara jelas. Karena itu semua harus dibuktikan melalui proses hukum,” ujar Haji Uma kepada awak media, Selasa (16/6/2026).
Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan main hakim sendiri, apalagi hingga menyebabkan seseorang mengalami cacat permanen. Menurutnya, aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu.
“Polisi wajib mencari siapa pelaku dan oknum yang terlibat. Tidak ada pembenaran menghakimi di lapangan dengan memotong tangan. Dalam kondisi apa pun, semua harus dibuktikan melalui proses hukum, termasuk bagaimana kronologi sebenarnya dari kejadian tersebut,” tegasnya.
Senator asal Aceh itu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri terhadap seseorang yang diduga melakukan tindak pidana. Jika ada dugaan pencurian atau pelanggaran hukum lainnya, masyarakat seharusnya menyerahkan penanganannya kepada aparat yang berwenang.
Menurut Haji Uma, penegakan hukum yang adil dan profesional merupakan satu-satunya jalan untuk memperoleh kepastian hukum sekaligus mencegah terjadinya tindakan kekerasan yang dapat merugikan semua pihak.
Kasus itu kini menjadi sorotan publik dan memunculkan berbagai pertanyaan terkait kronologi kejadian serta pihak-pihak yang bertanggung jawab. Masyarakat pun menantikan langkah tegas aparat kepolisian untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan. [Red]