Iklan Parlemen

terkini

AWAI Apresiasi Irwasda Polda Aceh Pilih Maafkan Pelaku Penganiayaan

Kamis, 20 Agustus 2026, 22.00 WIB Last Updated 2026-08-20T15:00:24Z
Ketua Umum DPP AWAI, Dedi Saputra, S.H.


BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Wartawan Aceh Independen (DPP AWAI) menyampaikan apresiasi atas sikap bijaksana Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Aceh, Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I.K., M.H., yang memilih memaafkan pelaku penganiayaan terhadap dirinya dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Agustus 2026 lalu.

Ketua Umum DPP AWAI, Dedi Saputra, S.H., menilai keputusan tersebut mencerminkan kebesaran hati, kedewasaan, serta keteladanan seorang pimpinan dalam menyikapi persoalan di tengah masyarakat.

Menurut Dedi, pilihan untuk memaafkan dan menempuh jalan damai merupakan sikap yang patut diapresiasi, terlebih peristiwa tersebut terjadi dalam momentum peringatan perdamaian Aceh yang seharusnya menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan menjaga persatuan.

“Ini bentuk kedewasaan dan kebesaran hati seorang pimpinan. Kami di AWAI sangat mengapresiasi langkah Irwasda yang memilih jalan memaafkan. Semoga sikap ini menjadi contoh bagi kita semua untuk tidak menebar kebencian dan mengedepankan perdamaian,” ujar Dedi dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Dedi menambahkan, sikap yang ditunjukkan Kombes Pol. Iskandar ZA juga sejalan dengan semangat Polri yang mengedepankan pendekatan humanis dalam menyelesaikan berbagai persoalan, dengan tetap menghormati ketentuan dan proses hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Kombes Pol. Iskandar ZA menjadi korban penganiayaan saat berlangsungnya rangkaian kegiatan peringatan Hari Damai Aceh di kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Meski mengalami tindakan tersebut, Iskandar memilih tidak memperpanjang persoalan. Ia mengambil langkah untuk memaafkan para pelaku dan mengedepankan perdamaian demi menjaga ketertiban serta kebersamaan di tengah masyarakat.

Sikap tersebut dinilai semakin bermakna karena disampaikan dalam konteks Aceh yang memiliki pengalaman panjang dalam membangun perdamaian dan menjaga keharmonisan masyarakat.

“Sebagai putra Aceh, kami dibesarkan dengan nilai tenggang rasa dan kearifan menahan diri. Memaafkan adalah jalan terbaik untuk menjaga agar persatuan tetap terjaga,” ujar Iskandar.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda Aceh, agar senantiasa mengedepankan nilai-nilai agama, etika dan adab dalam menyampaikan aspirasi maupun menjalankan aktivitas sosial sehari-hari.

Menurutnya, perbedaan pendapat maupun dinamika di tengah masyarakat seharusnya tidak menjadi alasan untuk melakukan tindakan kekerasan.

Sementara itu, DPP AWAI berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, agar senantiasa menjaga marwah, profesionalisme dan etika dalam menjalankan tugas.

Dedi mengingatkan wartawan untuk tetap berpegang pada prinsip jurnalistik, menyajikan informasi secara berimbang serta menghindari pemberitaan yang berpotensi memprovokasi atau memperkeruh suasana.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh anggota AWAI untuk tetap menjalankan tugas jurnalistik secara berimbang, tidak provokatif, dan senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Ia berharap keteladanan yang ditunjukkan Irwasda Polda Aceh tersebut dapat menjadi pesan kuat bahwa persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin, mengedepankan komunikasi dan mengutamakan kepentingan yang lebih besar, yakni perdamaian serta persatuan masyarakat Aceh.

“Semoga sikap besar hati ini menjadi inspirasi bagi masyarakat Aceh. Perbedaan jangan dibalas dengan kekerasan, tetapi diselesaikan dengan adab, kebijaksanaan dan semangat persaudaraan,” pungkas Dedi. []


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • AWAI Apresiasi Irwasda Polda Aceh Pilih Maafkan Pelaku Penganiayaan

Terkini

Iklan Parlemen