Iklan Parlemen

terkini

Bukan Sekadar Upacara, Polisi Titip Pesan Keselamatan kepada Pelajar SMAN 1 Meureudu

Selasa, 11 Agustus 2026, 16.26 WIB Last Updated 2026-08-11T09:26:30Z
Foto: Istimewa


Meureudu – Pagi itu, suasana di halaman SMAN 1 Meureudu tampak berbeda. Barisan para pelajar berdiri rapi mengikuti upacara. Di antara rutinitas sekolah tersebut, hadir pesan penting yang tak kalah berarti dengan pelajaran di dalam kelas: keselamatan di jalan raya.

Selasa (11/8/2026) pagi, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pidie Jaya hadir melalui program Polisi Saweu Sikula. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 08.30 WIB itu tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga menjadi ruang bagi polisi untuk menyapa sekaligus memberikan edukasi kepada para pelajar dan dewan guru tentang pentingnya tertib berlalu lintas.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H. melalui Satlantas untuk menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah.

Di hadapan para siswa, Kasat Lantas Polres Pidie Jaya AKP Endang Sulastri, S.H., mengajak generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna jalan, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Pesannya sederhana, namun sangat penting.

Pelajar diminta selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI saat berkendara sepeda motor, tidak menggunakan knalpot brong, serta tidak mengendarai kendaraan bermotor apabila belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Lebih dari itu, para pelajar juga diajak menjadi pengingat bagi keluarga masing-masing.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab polisi. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” menjadi semangat yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut.

Bagi para pelajar, jalan raya merupakan bagian dari keseharian. Berangkat ke sekolah, pulang ke rumah, bermain bersama teman, hingga berbagai aktivitas lainnya membuat mereka tidak terlepas dari lalu lintas.

Karena itu, pemahaman tentang keselamatan tidak cukup hanya diberikan ketika seseorang sudah dewasa. Kebiasaan tertib justru perlu dibangun sejak dini, sehingga kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.

Melalui Polisi Saweu Sikula, kepolisian berupaya mendekatkan edukasi lalu lintas kepada dunia pendidikan. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga datang lebih awal untuk mencegahnya.

Pendekatan semacam ini diharapkan mampu membangun kesadaran para pelajar bahwa memakai helm, mematuhi rambu, tidak menggunakan knalpot brong dan tidak berkendara sebelum memiliki SIM bukan sekadar kewajiban karena takut ditilang.

Lebih jauh, semua itu merupakan bentuk sederhana dari upaya menjaga diri sendiri dan orang lain.

Polres Pidie Jaya berharap pesan yang disampaikan di halaman sekolah tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Para pelajar diharapkan membawa pesan keselamatan itu ke jalan, ke rumah, bahkan menyampaikannya kembali kepada orang tua, saudara dan lingkungan pergaulan mereka.

Sebab, menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) bukan pekerjaan sehari. Dibutuhkan kesadaran bersama, dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap kali berada di jalan raya.

Dari halaman sekolah di Meureudu, pesan itu pun kembali ditegaskan:

Pulang ke rumah dengan selamat jauh lebih penting daripada tiba lebih cepat. []


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bukan Sekadar Upacara, Polisi Titip Pesan Keselamatan kepada Pelajar SMAN 1 Meureudu

Terkini

Iklan Parlemen