Iklan Parlemen

terkini

Ketika Ulama Menjadi Kompas

Sabtu, 26 September 2026, 22.21 WIB Last Updated 2026-09-26T15:21:58Z
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim.


REMBANG — Di tengah dunia yang bergerak cepat dan tantangan bangsa yang semakin kompleks, ada satu hal yang tetap dibutuhkan: arah dan rasa aman.

Dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026), pesan itu mengemuka dalam Ngaji Kebangsaan bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.

Kapolri menggambarkan ulama sebagai lentera dan kompas. Ulama memberi tuntunan, nasihat, dan doa. Sementara Polri mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus melindungi dan mengayomi masyarakat.

Dua peran yang berbeda itu bertemu pada satu tujuan: menjaga Indonesia tetap aman, rukun, dan bersatu agar pembangunan dapat terus berjalan.

Kapolri mengingatkan, persatuan bukan sekadar slogan. Keberagaman Indonesia harus dikelola menjadi kekuatan, bukan dibiarkan berubah menjadi konflik yang merugikan masyarakat.

Pesan dari Rembang itu kemudian bergema jauh melampaui halaman pesantren. Sebanyak 700 peserta hadir langsung, terdiri dari 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri. Sementara 41.449 peserta mengikuti secara virtual dari berbagai wilayah Indonesia.

Di hadapan keluarga besar Polri, Kapolri juga menitipkan pesan sederhana namun penting: tugas kepolisian di lapangan memiliki risiko. Karena itu, ia memohon doa dan bimbingan para ulama agar setiap personel diberi keselamatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan pengabdian.

Pada akhirnya, Ngaji Kebangsaan di Rembang bukan sekadar pertemuan antara aparat dan ulama. Ia menjadi pengingat bahwa membangun negeri membutuhkan lebih dari sekadar program dan kebijakan.

Ulama memberi arah. Polri menjaga rasa aman. Masyarakat merawat persatuan.

Ketiganya menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar Indonesia tetap berdiri kokoh dan terus melangkah menuju masa depan yang lebih maju. []


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketika Ulama Menjadi Kompas

Terkini

Iklan Parlemen