Iklan Parlemen

terkini

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Pembangunan Dua Yonif TP di Riau, Tekankan Prajurit Harus Hadir Bersama Rakyat

Minggu, 09 Agustus 2026, 21.29 WIB Last Updated 2026-08-09T14:29:06Z
Foto: Istimewa


RIAU – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Kamis (6/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kesiapan pertahanan wilayah sekaligus memperkuat peran prajurit dalam mendukung pembangunan dan kehidupan masyarakat.

Dalam kunjungan itu, Menhan secara langsung meninjau progres pembangunan dua Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di bawah jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Dua lokasi yang menjadi sasaran peninjauan yakni Yonif TP 952/Imam Bulqin di Duri, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, serta Yonif TP 898/Pancalang Cakti di kawasan Lipat Kain, Kabupaten Kampar.

Kedatangan Sjafrie melalui Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru turut didampingi sejumlah pejabat tinggi TNI dan Kementerian Pertahanan. Di antaranya Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Kabaloghan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, serta sejumlah pejabat utama Kemhan RI.

Setibanya di Lanud Roesmin Nurjadin, rombongan Menhan disambut dengan prosesi penghormatan militer oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama jajaran.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Irdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Totok Sutrisno, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kasrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Tri Aji Sartono, serta Danlanal Dumai Kolonel Laut Kusumaji.

Usai prosesi penyambutan, Menhan bersama rombongan langsung bergerak menuju lokasi pembangunan dua batalyon untuk melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana satuan.

Dalam peninjauannya, Sjafrie menegaskan bahwa pembentukan Yonif Teritorial Pembangunan merupakan bagian dari strategi pertahanan negara dalam menghadapi tantangan keamanan di masa mendatang.

Menurutnya, keberadaan satuan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk memperkuat kemampuan tempur, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitar wilayah penugasan.

“Yonif Teritorial Pembangunan tidak hanya dipersiapkan sebagai satuan tempur yang profesional, tetapi juga sebagai kekuatan yang hadir bersama masyarakat. Prajurit harus memiliki kemampuan bertempur yang andal sekaligus mampu berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas wilayah,” ujar Sjafrie.

Penekanan tersebut menunjukkan bahwa konsep Yonif TP membawa misi yang lebih luas. Prajurit diharapkan mampu menjalankan tugas pertahanan sekaligus membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.

Dengan demikian, keberadaan batalyon di daerah bukan hanya menjadi simbol kekuatan pertahanan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan dan ketahanan sosial di wilayah.

Saat memberikan arahan kepada prajurit Yonif TP 952/Imam Bulqin, Sjafrie mengingatkan agar setiap personel tetap menjadikan nilai-nilai dasar keprajuritan sebagai landasan dalam menjalankan tugas.

Ia menegaskan bahwa profesionalisme, disiplin, loyalitas dan pengabdian kepada rakyat merupakan modal utama prajurit dalam menjaga kedaulatan negara.

“Profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada rakyat harus menjadi fondasi utama setiap prajurit dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Menhan juga menekankan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan tidak cukup hanya dilakukan melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Kualitas sumber daya manusia (SDM) prajurit serta kesiapan operasional satuan di berbagai daerah, kata dia, memiliki peran yang tidak kalah penting.

Hal tersebut dinilai menjadi kebutuhan strategis di tengah dinamika ancaman yang terus berkembang dan semakin kompleks.

Kunjungan Menhan ke Riau sekaligus memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap penguatan pertahanan berbasis kewilayahan.

Pembangunan Yonif TP di Bengkalis dan Kampar diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan pertahanan di wilayah Riau, sekaligus menghadirkan prajurit yang profesional, adaptif dan dekat dengan masyarakat.

Konsep tersebut menempatkan prajurit bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan yang ikut menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan di daerah.

Dengan pembangunan dan penguatan satuan secara berkelanjutan, sistem pertahanan diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan ancaman, baik yang bersifat militer maupun nonmiliter. []



Editor  :  Redaksi
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Pembangunan Dua Yonif TP di Riau, Tekankan Prajurit Harus Hadir Bersama Rakyat

Terkini

Iklan Parlemen